Optimalkan Pengelolaan Sampah, DLH Sebar Titik TPS di Distrik Nabire

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan kebersihan kota. Upaya ini dilakukan melalui pemetaan dan penambahan titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah Distrik Nabire guna memastikan sampah rumah tangga terangkut dengan baik.
Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan DLH Provinsi Papua Tengah. Dukungan dari tingkat provinsi tersebut difokuskan pada penyediaan sarana bak penampungan sampah (kontainer) untuk memperkuat armada yang sudah ada.
Salah satu fokus utama adalah wilayah Kalibobo. Mengingat volume sampah yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, DLH memutuskan untuk menambah kapasitas di depan Pasar Kalibobo. Lokasi yang sebelumnya hanya dilayani satu unit bak kontainer, kini telah ditingkatkan menjadi dua unit bak kontainer guna mencegah penumpukan.
Untuk wilayah Nabarua, titik penempatan bak kontainer sampah dipusatkan di area dekat Taman Makam Pahlawan. Sementara itu, bagi warga di wilayah Siriwini, pelayanan TPS telah disiapkan di lorong depan SMP Negeri 5 Tapioka untuk memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
Titik distribusi bak sampah juga menjangkau wilayah Girimulyo, di mana kontainer telah ditempatkan di area Kelurahan Girimulyo itu sendiri. Sedangkan untuk melayani kebutuhan warga di wilayah Kalisusu dan Karang Mulia, pemerintah telah menetapkan lokasi TPS sementara di area Kalisusu.
Melihat dinamika kepadatan penduduk yang terus berkembang, Arfan menyatakan bahwa pihaknya telah merencanakan penambahan titik baru tahun ini. Wilayah Siriwini menjadi salah satu prioritas penambahan karena jumlah pemukiman yang semakin rapat, sehingga membutuhkan titik pembuangan yang lebih dekat dengan warga.
Beberapa lokasi baru yang masuk dalam rencana penambahan meliputi area Jalan Suci, kawasan Smoker serta Kompleks Perumahan KPR. Khusus untuk KPR, kepadatan hunian menjadi pertimbangan utama karena volume sampah harian yang dihasilkan masyarakat di sana tergolong sangat tinggi.
"Kami terus memantau wilayah mana saja yang penduduknya padat agar pelayanan sampah ini merata dan tidak ada lagi sampah yang berserakan di pinggir jalan," ujar Arfan Natan Palumpun saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (09/01/2026).
Ia berharap dukungan sarana ini dapat dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. (sam)
Bagikan artikel ini



