NABIRE – Operasi Patuh Noken (OPN) tahun 2025 di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah mulai digelar dengan ditandai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan OPN 2025, bertempat di Mapolres Nabire, Senin (14/07/2025) pagi.

Dalam apel gelar pasukan itu dipimpin langsung Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K, dan OPN 2025 sendiri akan dilaksanakan selama 14 hari dan akan menyasar orang dan kendaraan yang tak (tidak) tertib Lalu Lintas (Lalin). 

Kapolda Papua Tengah dalam amanatnya, menyampaikan ada beberapa target OPN 2025 ini, diantaranya adalah orang meliputi, pengendara roda dua, pengemudi mobil, pejalan kaki, tukang ojek, jambret atau begal dan lainnya. 

Dan, untuk barang, lanjutnya, meliputi surat-surat kendaraan bermotor yaitu SIM, STNK, TNKB, helm standar SNI, kelengkapan kendaraan bermotor, pengguna knalpot yang tidak sesuai dengan standar, kendaraan umum, kendaraan bak terbuka dan lain-lain.

Sementara itu, untuk lokasi atau tempat OPN sendiri meliputi jalan raya, kawasan keramaian, pertokoan, objek wisata, mall, pelabuhan, Bandara, pasar, terminal serta halte pada lingkungan sekolah.

Adapun kegiatan dalam operasi Lalin itu, meliputi melanggar rambu-rambu lalu lintas, melanggar larangan parkir, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menerobos traffic light, menggunakan handphone saat berkendara, mengendarai atau mengemudi setelah mengkonsumsi Miras dan lain-lain.

Kapolda menambahkan, cara bertindak dalam pelaksanaan Operasi Patuh Noken tahun 2025 ini, diantaranya, melaksanakan deteksi dini, lidik dan

pemetaan terhadap lokasi/tempat yang rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan, melaksanakan Binluh kepada masyarakat tentang Kamseltibcarlantas melalui giat sosialisasi, penyuluhan melalui pemasangan spanduk, banner, baliho, penyebaran leaflet dan stiker baik melalui media cetak, elektronik maupun media sosial.

Melaksanakan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, melaksanakan penegakan hukum secara elektronik (statis dan mobile) serta teguran simpatik dan humanis terhadap masyarakat yang

melakukan pelanggaran lalu lintas serta melakukan counter opini terhadap

berita-berita hoaks di media sosial, online maupun mainstream terkait

Ops Patuh Noken 2025.

“Apel Gelar Pasukan OPN 2025 dilaksanakan serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan guna cipta kondisi

Kamseltibcarlantas pascapelaksanaan Hari Bhayangkara tahun 2025 dan dalam pelaksanaannya ke depan diharapkan dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana operasi guna menunjang situasi Kamseltibcarlantas kondusif, aman dan nyaman,” harapnya.(wan)