Operasi Patuh Matoa Serentak Digelar di Papua
NABIRE - Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Matoa 2019 dilaksanakan bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nabire, pukul 09.15 WIT, Selasa (24/09
Bagikan
NABIRE - Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Matoa 2019 dilaksanakan bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nabire, pukul 09.15 WIT, Selasa (24/09/19) pagi. Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Matoa ini sebagai pimpinan apel Kapolres Nabire dan perwira apel Kabag Ops AKP Samuel D. Tatiratu, SIK, dan Komandan Apel Ipda Sidiq.Pelaksanaan Ops Patuh tahun 2019 ini yang semula dilaksanakan serentak di Indonesia pada tanggal 28 Agustus sampai dengan 11 September 2019, Polda Papua menunda pelaksanaan Ops Patuh melihat situasi dan kondisi di lapangan, namun Polda Papua tetap melaksanakan Ops Patuh pada tanggal 24 September hingga 7 Oktober 2019 nanti dengan mengedepankan persuasif kepada masyarakat.“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, oleh sebab itu pemeliharaan Kamseltibcar Lantas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf A. Rodja, dalam sambutannya dibacakan Kapolres Nabire AKBP Sonny M, Nugroho T, S.IK. Oleh sebab itu, lanjut Kapolda, Polri khususnya Polantas bersama stakeholder dan pemerintah bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. “Sehingga dianggap perlu melaksanakan operasi kepolisian dibidang lalu lintas untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya,” ucapnya.Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2019 dari bulan Januari sampai dengan Agustus sejumlah 6.426 tilang dengan jumlah teguran tahun 2019 dari bulan yang sama sebanyak 7.269 pelanggaran. “Didominasi oleh pengendara R2 sebanyak 6.541 kendaraan dan R4 sebanyak 594 kendaraan,” ungkapnya.Sementara itu, untuk jumlah Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) tahun 2019 dari bulan Januari sampai dengan bulan Agustus dari data IRSMS (Integrated Road Safety Management System) Ditlantas Polda Papua dan jajaran sejumlah 546 kejadian. Dengan korban meninggal dunia sebanyak 73 orang, korban luka berat 305 orang, korban luka ringan sebanyak 585 orang dan kerugian material sebesar Rp2.606.900.000.Menurut mantan Kapolda Papua Barat ini, pada pelaksanaan operasi patuh tahun 2019 ini berbeda dengan operasi patuh tahun sebelumnya dan di Polda lain, dimana Polda Papua beberapa waktu terjadi aksi demo anarkis yang terjadi di Kota Jayapura yang menyebabkan kerugian baik korban nyawa maupun harta benda.“Untuk itu momen kali ini menjadi pedoman untuk Polisi Lalu Lintas agar lebih selektif dalam melaksanakan tugas di lapangan baik pelanggaaran yang kasat mata serta menjadi sasaran berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tetapi jangan menjadi pemicu di dalam melaksanakan penindakan di lapangan,” tegasnya.Diakhir sambutan pimpinan apel menyampaikan bahwa beberapa penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas, pertama selalu bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas, peningkatan disiplin anggota Polantas dan terwujudnya pelayanan Polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum berlalu lintas.(wan)
Bagikan artikel ini



