NABIRE - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pemandangan kota diwarnai oleh semaraknya penjual atribut kemerdekaan. Berbagai pernak-pernik mulai dari umbul-umbul, rumbai-rumbai, hingga bendera merah putih tampak menghiasi sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Nabire.

Sempat muncul wacana untuk mengumpulkan para pedagang musiman tersebut ke dalam satu titik tertentu agar lebih terpusat. Namun, pihak pemerintah distrik mengurungkan niat tersebut setelah melalui berbagai pertimbangan matang di lapangan.

Kepala Distrik Nabire, Yusak Jitmau, SE, menjelaskan kebijakan ini diambil setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan Wakil Bupati Nabire. Ia menilai para pedagang bendera memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan pedagang musiman lainnya.

“Penjual bendera merah-putih ini berbeda dengan penjual petasan dan penjual baju bola,” ujar Yusak saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, (4/8/2026).

Menurutnya, kehadiran para pedagang atribut merah putih di berbagai sudut kota justru membawa dampak positif bagi atmosfer bulan kemerdekaan. Nuansa nasionalisme menjadi lebih hidup karena semarak merah putih dapat dirasakan di mana-mana.

“Itu jadi salah satu pertimbangan bagi kami sehingga walaupun mereka ada di titik yang berbeda, itu memberikan nuansa merah putih pada momen bulan Agustus,” tambahnya.

Meski dibebaskan untuk berjualan di beberapa lokasi strategis seperti Jalan Merdeka, Jalan Yos Sudarso, Jalan Sisingamangaraja hingga kawasan Pantai Nabire, pihak distrik tetap melakukan penataan ketat. Selama sepekan terakhir, petugas aktif menata lapak agar tidak menghalangi hak pejalan kaki maupun pengguna jalan.

“Tugas kami dari distrik itu kurang lebih sudah satu minggu terakhir melakukan penataan mereka. Misalnya penjual di atas trotoar kami suruh mundur ke pinggir pagar atau tempat-tempat strategis yang tidak mengganggu pejalan kaki dan kendaraan,” ungkap Yusak.

Sebagai contoh, penertiban dilakukan di dekat kawasan Pantai Nabire, di mana pedagang kooperatif memundurkan lapaknya sejauh dua meter demi keamanan bersama. “Agustus ini dari kita untuk kita secara nasional. Jadi ketika penjual bendera merah putih di jalan-jalan protokol itu ikut memeriahkan, itu memberikan nuansa merah putih,” pungkasnya. (sam)