NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd secara tegas mengatakan nilai ujian menjadi standar utama dalam penentuan kelulusan bagi murid SD dan SMP. Sebab nilai ujian akhir yang akan didapat oleh anak selama ujian berlangsung juga akan digunakan  dinas guna mengukur mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan dari jenjang pendidikan SD dan SMP.

Selain itu pula, nilai ujian juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan secara keseluruhan di Kabupaten Nabire. Dan hasilnya itu menjadi tolak ukur perbaikan mutu pendidikan.

“Kita butuh evaluasi yang sangat ketat lewat hasil ujian akhir di tahun pelajaran ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (15/4/21).

Dan secara khusus kita juga dapat mengevaluasi mutu pendidikan setelah adanya penyebaran virus Corona. Maka hasil ujian tahun ini dapat dibandingkan dengan tahun–tahun sebelum virus Corona dan juga di tahun-tahun pelajaran yang akan datang.

Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh kepala sekolah dari SD dan SMP serta guru dan juga orang tua murid untuk dapat mempersiapkan diri membekali anak-anak atau peserta didik yang akan mengikuti ujian.

Sebab dalam kurun waktu yang sisa ini harus digunakan sebaik mungkin. Agar semua peserta ujian dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara baik sesuai ketentuan kalender pendidikan.

Karena dengan adanya penyebaran wabah virus Corona yang telah melanda dunia ini, membuat adanya penurunan mutu pendidikan. Dan hal ini bukan saja di Nabire, tetapi di seluruh negara. (des)