NABIRE – Terkait dengan status, face hingga masuk zona atau daerah terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) wilayah adat Meepago sampai hari ini (Kamis, 16 April 2020) merupakan zona hijau. Artinya belum ditemukan kasus positif corona di beberapa kabupaten yang ada didalamnya, kecuali Kabupaten Mimika.  Walaupun demikian, guna menangkal penyebaran Covid-19 di wilayah adat Meepago, pada lima kabupaten tersebut, para bupatinya mulai dari Bupati Nabire Isaias Douw, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, Bupati Deiyai Ateng Edowai, Bupati Paniai Melki Nawipa dan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, berkumpul dan berdiskusi bersama sepakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah pemerintahannya masing-masing. Dalam pertemuan yang dihelat di salah satu rumah makan KM 100 Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire kemarin itu para bupati yang tergabung dalam asosiasi bupati se Meepago itu bersama Forkompinda plus menyepakati sembilan 9 poin penting aksi bersama menangkal virus corona dan tetap agar Meepago diluar Mimika sebagai zona hijau Covid-19. Menangapi hal itu, beberapa bupati yang ada ketika dimintai tanggapannya menyatakan sikap melawan Covid-19 secara bersama-sama di wilayah Meepago dengan menyatukan pendapat hingga anggaran untuk Kabupaten Nabire sebagai pintu masuk beberapa kabupaten yang ada. Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS.,M.Si, usia rapat terbatas tersebut kepada awak media mengatakan, untuk saat ini di wilayah Meepago masih dapat dikatakan aman akan bahaya virus yang telah mewabah seantero tanah air Indonesia, bahkan dunia. Walaupun demikian, jelas Bupati Intan Jaya dua periode ini, dengan status di wilayah Meepago zona hijau atau facenya waspada saat ini kami (para bupati, red) berupaya untuk mencegah dan kalau bisa memutus mata rantai virus tergolong kasat mata tetapi berbahaya, namun bukan aib melainkan harus dilawan.  Hari ini, lanjut Bupati Intan Jaya, kita para bupati sepakat dan dikesempatan ini merupakan kesepakatan bersama. Ada beberapa poin yang telah disepakati salah satunya bantuan per kabupaten yang ada di wilayah Meepoga untuk Nabire yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan di Papua bagian tengah sebesar 1 miliar rupiah.  “Ini salah satu yang kita sepakati dan itu komitmen kita bersama para bupati se wilayah Meepago membantu Nabire untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Selain beberapa kesepakatan lainnya, yang juga akan dilaksanakan bersama-sama hingga tanggal 6 Mei 2020,” tandas Natalis. Kesepakatan selanjutnya, imbuh Tabuni, kita akan lihat ditanggal 6 Mei nanti, apakah perlu ada kesepakatan tambahan atau bagaimana nanti dikesepakatan kedua itu.  Pada prinsip semua kabupaten yang ada di Meepago ini hari ini sepakat untuk melawan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah adat Meepago, apalagi mengingat Kabupaten Mimika sudah ditemukan kasus positif corona. “Ini yang akan kita cegah dan pikiran bersama-sama para bupati se wilayah Meepago, jangan sampai masuk ke wilayah atau kabupaten kami masing-masing. Khusus Intan Jaya tim gugus tugas Covid-19 juga telah jalankan tugasnya sejak 3 pekan kemarin, alhasil hingga hari ini belum ditemukan kasus positif,” pungkasnya.(wan)