Nakes Hingga Dokter Spesialis di Papua Tengah Jauh Dari Ideal, dr.Agus : Ini Kita Harus Tuntaskan!

NABIRE- Untuk memajukan pembangunan di sektor kesehatan salah satu aspek penting adalah tersedianya tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun di Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Baik dokter umum, dokter spesialis maupun tenaga kesehatan lainnya.
Konon katanya, ketersedian tenaga kesehatan di provinsi Papua Tengah jauh dari kata ideal. Lantas membutukan 447 personil untuk mengisi kekurangan tenaga Kesehatan di 148 Puskemas se-Papua Tengah. Tak cuma itu, 8 Rumah Sakit (RS) milik pemerintah daerah kabupaten pun belum ada Rumah Sakit yang terpenuhi kebutuhan dokter spesialis.
Gamblang Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chen, M.Kes, Sp.KKLP mengaku, ketersediaan tenaga kesehatan di Provinsi Papua Tengah saat ini masih jauh dari kata ideal.
“Mari kita lihat potret nyata ketersediaan tenaga kesehatan di Provinsi Papua Tengah saat ini. Berdasarkan hasil pemantauan, kita harus jujur mengakui bahwa kondisi di lapangan masih jauh dari kata ideal,”ungkapnya kepada Wartawan usai memberikan sambutan dalam acara Koordinasi Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang diselanggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, di Hotel Yohari, Kalibobo, Nabire. Rabu (20/5/26) pekan ini.
dr.Agus menyebutkan, dari 8 RSUD baru, 3 RSUD yang memilik kelengkapan tujuh jenis dokter spesialis utama, sedangkan RSUD di 5 kabupaten masih mengalami kekurangan tenaga spesialis dengan total kebutuhan tambahan sebanyak 27 orang dokter spesialis.
“Dari 8 rumah sakit yang terdata di wilayah kita, baru 3 rumah sakit—yaitu RS Nabire, RS Mimika, dan RS Paniai— yang memiliki kelengkapan tujuh jenis dokter spesialis utama, sedangkan 5 rumah sakit lainnya masih mengalami kekurangan tenaga spesialis dengan total kebutuhan tambahan sebanyak 27 orang dokter spesialis,”kata dr.Agus.
Saat ini potret nyatanya demikian, karena menurut dr.Agus, dokter spesialis utama yang dibutukan 27 orang tersebut meliputi 1 Spesialis Anak, 6 Spesialis Bedah, 3 Spesialis Obstetri dan Ginekologi, 3 Spesialis Penyakit Dalam, 5 Spesialis Anestesiologi, 6 Spesialis Radiologi, dan 4 Spesialis Patologi Klinik.
“Oo..iya, tinggal 1 RSUD dari 8 RSUD yang belum akreditasi yaitu RSUD Kabupaten Deiyai. Pada tingkat layanan dasar, situasinya juga menuntut perhatian serius kita,”tambahnya.
Kekurang tenaga kesehatan di tingkat Puskemas, dr.Agus menyebutkan, dari total 148 Puskesmas di Provinsi Papua Tengah, baru 12 puskesmas atau sekitar 9,5% yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Sisanya, sebanyak 122 puskesmas atau 82,4%, masih belum memenuhi standar ketenagaan.
“Jadi, keseluruhan, kita masih kekurangan 447 tenaga kesehatan di Puskesmas, yang terdiri atas 55 dokter umum, 115 dokter gigi, 1 perawat, 15 bidan, 32 tenaga promosi kesehatan, 65 tenaga sanitasi lingkungan, 74 tenaga gizi, 62 tenaga farmasi, dan 55 Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM),”rinci dr. Agus.
Lantas kesenjangan itu sangat nyata antara kebutuhan dan ketersediaan, karena itu dr. Agus mengatakan, untuk menuntaskan persoalan tersebut perlu adanya perencanaan yang matang. Tentu ada peraturan baku yang menjadi instrument dalam menyusun dokemen perencanaan.
“Kita saat ini dalam sebuah kesenjangan yang nyata. Maka pentingnya upaya perencanaan SDM Kesehatan yang berbasis data dan dilakukan secara sistematis. Ada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024,”katanya.
Karena itu, menurut dr. Agus, kegiatan Koordinasi Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang diselanggarakan pihaknya tersebut merupakan langka awal menuntaskan kesenjangan tenaga kesehatan dan dokter spesialis yang masih membuntuti dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan di Papua Tengah.
“Kami akan selesaikan secara berkala sesuai rencana kebutuhan, makanya kegiatan koordinasi SDMK ini adalah langka awal untuk menuntaskan persoalan tersebut. Iya, ini harus kita tuntaskan,”tandasnya optimis. (you)
Bagikan artikel ini



