Nabire Tak Ada VTM, Hasil Rapid Test mencapai 35 Orang Reaktif Covid-19
NABIRE- Diduga lambannya tim medis Covid-19 kabupaten Nabire melakukan tes swab terhadap warga reaktif covid-19 versi rapid tes dikarenakan&
Bagikan
NABIRE- Diduga lambannya tim medis Covid-19 kabupaten Nabire melakukan tes swab terhadap warga reaktif covid-19 versi rapid tes dikarenakan stok VTM (virus tranfer media) tak ada. Padahal dalam konteks pandemi Covid-19, VTM berperan untuk membawa spesimen sampel lendir tenggorokan pasien yang telah diambil melalui tes swab. Untuk selanjutnya periksa di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) provindi Papua dengan metode PCR. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Nabire, dr.Frans Sayori, M.Kes kepada wartawan mengatakan, jumlah reaktif hasil rapid tes semakin meningkat. Sebelumnya pada sepekan lalu 22 orang reaktif covid-19. Kini setelah rapid tes terhadap orang dalam pengawasan (ODP) dan kontak erat dengan ODP serta tim medis covid-19 sebanyak 106 orang. 13 orang dinyatakan reaktif dan 93 orang non reaktif. Dikatakan dr Sayori, jumlah warga reaktif Covid-19 versi Rapid Test di Nabire saat ini mencapai 35 orang, tetapi ketersediaan VTM tak ada sehingga pihak tim medis covid-19 untuk sementara belum bisa melakukan tes swab. "Test swabnya kami belum lakukan, karena belum ada VTM. Nanti ada VTM barulah kami akan lanjutkan dengan tes swab, hasil tesnya dikirim ke Labkedea Provinsi. Nanti dari 35 orang yang reaktif ini baru bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Provinsi Papua," kata dr.Sayori kepada wartawan, Selasa (21/4/20). Karena itu dikatakan dr.Sayori, dirinya masih komunikasi dengan pihak Provinsi terkait VTM yang nantinya akan isi lendir, konon hingga kini belum ada kepastian dari pihak provinsi. (eby)
Bagikan artikel ini



