Nabire Siap Jadi Sumber Benih Kelapa di Papua dan Papua Barat
NABIRE - Diatas tanah seluas 5 Ha yang terletak di Wilayah Kampung Nifasi Sungai Worbak Distrik Makimi, Kabupaten Nabire telah ditanam
Bagikan
NABIRE - Diatas tanah seluas 5 Ha yang terletak di Wilayah Kampung Nifasi Sungai Worbak Distrik Makimi, Kabupaten Nabire telah ditanam 500 pohon kelapa hibrida pada akhir tahun 2012 silam dan kini sudah menghasilkan buah kelapa dengan jarak tanam 16x6 meter.Sehingga dengan hasil buah kepala hibrida tersebut, maka perkebunan kepala hibrida ini dapat dikunjungi langsung oleh Badan Penelitian Tanaman Palma Indonesia yang berpusat di Manado (Sulawesi Utara), Profesor Dr. Ir. Hengki Novarianto MS.Dan pada saat kunjungan kerjanya ke Nabire bersama mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua Dr. Ir. Melkias Monim, MM, didampingi mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nabire Ir. J.S. Maniani serta Kabid Perkebunan Kabupaten Nabire Henci Melkias Yesaya Nunaki, SP.,M.Si.Pada saat turun lapangan untuk melihat dari dekat pembibitan dan penanaman pertama bibit kelapa hibrida, Hengki Novarianto secara tegas mengatakan, Nabire akan menjadi pusat pembibitan kelapa di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat serta wilayah lain yang ada di Indonesia.Dari hasil turun lapangan itu telah lahir sebuah MoU dalam acara seminar tanaman Aren di Balikpapan Kalimantan Timur pada tanggal 26 Nopember 2012 berupa sebuah surat rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire Ir. J.S. Maniani bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.Kegiatan Perkebunan tanam kepala yang hanya berhasil di tanam dalam waktu 3 tahun 8 bulan sudah bisa dapat menghasilkan buah yang cukup banyak dengan hasil kerja keras kepala bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire kala itu dijabat oleh Henci Melkias Yesaya Nunaki, SP.,M.Si.Demikian dikatakan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire Henci Melkias Yesaya Nunaki yang kini menjabat Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire kepada Papuapos Nabire, Rabu (14/8) lalu. Lanjutnya, menurut ketentuan benih induk kelapa dalam setelah ditanam membutuhkan waktu 5 tahun baru bisa menghasilkan buah, akan tetapi yang ditanam 500 pohon ini hanya membutuhkan waktu 3 tahun 8 bulan sudah dapat menghasilkan buah.Dari upaya dan kerja keras seorang Henci Nunaki itu dapat dilajutkan dengan dengan program penanaman sagu di wilayah Kampung Makimi Distrik Makimi, namun karena dirinya dipindahkan lagi menjadi Kabid tanaman pangan, akhirnya upaya tanaman sagu ditangani lagi oleh kepala bidang perkebunan yang baru.Sementara tujuan dari Kabupaten Nabire dapat ditunjuk sebagai sumber benih kelapa di dua provinsi dan daerah lain di Indonesia agar dapat mengurangi beban biaya dan ongkos pembelian hingga pengiriman bibit kelapa dari luar Papua.Dan kini 5 Ha kebun kelapa yang dikembangkan di Sungai Worbak dapat dikelola langsung oleh Kelompok Tani Sisandey, sehingga dengan harapan lain Kabupaten Nabire memiliki asset bibit kelapa yang sangat luar biasa untuk dikembangkan di kabupaten lain yang ada di dua provinsi di tanah Papua.Sehingga dari semua hasil yang telah didapat melalui 5 Ha kebun kelapa ini, kini lagi menunggu adanya pengkajian atau studi kelayakan lebih lanjut oleh Balika Manado dan Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Perkebunan (BBPPTP) Indonesia yang berkedudukan di kota Surabaya Jawa Timur untuk mendapatkan sertifikat sumber pembenihan yang sah dan legal.Maka untuk saat ini dari hasil kelapa 500 pohon yang ditanam diatas tanah seluas 5 Ha, hasilnya yang diproduksi 50% dari total 500 pohon benih kelapa dalam.Dengan demikian dari buah hasil benih kelapa dalam itu, dapat dikonsumsi produksi untuk pembuatan minuman segar dan pembuatan minyak kelapa untuk kepentingan konsumsi keluarga atau anggota kelompok tani Sisandey Worbak.Sehingga dari hasil buah yang dipanen dari benih kelapa dalam untuk saat ini tidak bisa dijual kemana-mana, sebab belum ada izin penjualan yang ditetapkan melalui Dirjen Perkebunan RI. (des)
Bagikan artikel ini



