NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, menegaskan, pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerahnya. Hal ini disampaikan dalam wawancara kepada awak media usai apel gabungan di halaman kantor Pemerintah Daerah (Pemda), Senin (05/05/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Mesak Magai menyampaikan apresiasinya terhadap visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam memajukan sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mewujudkan tujuan tersebut.

"Gubernur hari ini sangat positif sekali untuk bagaimana memajukan pendidikan di Papua Tengah. Dalam misi besar ini, marilah sama-sama kita tangkap dengan situasi yang ada sekarang," ujar Mesak Magai.

Bupati Mesak menyoroti kondisi pelayanan kesehatan dan pendidikan di tiga wilayah, yaitu Dipa, Menuo, Siriwo, dan Poronai. Ia memiliki gagasan inovatif untuk mengatasi permasalahan guru yang dinilai kurangnya tenaga pengajar atau kurang optimal di wilayah tersebut.

"Saya berprinsip untuk daerah Dipa, Meno, Siriwo, dan daerah Poronai, ketika kala guru itu pemalas, justru saya mau kasih turun sampai kelas tiga nanti hamba-hamba Tuhan, pendeta kah, gembala kah, kasih tugaskan, kasih honor untuk mereka mengajar dari kelas satu sampai kelas tiga," jelasnya.

Untuk jenjang pendidikan selanjutnya, Bupati Nabire berencana mendatangkan guru-guru yang lebih kompeten ke pusat kota. "Kelas empat kita datangkan dalam kota, di sini konsentrasi kita bangun untuk sekolah," imbuhnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, Bupati Mesak Magai telah menginstruksikan kepala dinas pendidikan untuk menjalin kerjasama dalam mengirimkan putra-putri asli Nabire yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran ke perguruan tinggi di Makassar dan Jawa.

“Tahun ini saya sudah perintahkan kepala dinas pendidikan untuk kita kerjasama, untuk tahun ini dan tahun ini saya akan kirim lima orang dokter anak asli Nabire. Di sini jurusan kedokteran ke Makassar, ke Jawa sana, saya akan kita kirim supaya kita berbuat sesuatu hari ini," tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja secara serius dan menciptakan karya nyata yang akan dinikmati oleh generasi mendatang. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan hari ini merupakan warisan dari para pendahulu, dan karya saat ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kelak.

"Hari ini kita berkarya karena orang-orang terhebat sebelumnya sudah berkarya sehingga hasilnya yang sudah kita sedang nikmati. Tetapi karya kita hari ini pun akan dinikmati oleh anak cucu kita. Oleh sebab itu, kita dituntut untuk bekerja serius untuk menciptakan sesuatu," pungkas Mesak Magai.(sam)