Nabire Masih Tanggap Darurat
NABIRE - Kabupaten Nabire masih dalam status Tanggap Darurat sehingga pembatasan sosial yang berlaku selama ini masih berlaku. Nabire tetap
NABIRE - Kabupaten Nabire masih dalam status Tanggap Darurat sehingga pembatasan sosial yang berlaku selama ini masih berlaku. Nabire tetap masih mengikuti pembatasan yang diberilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dalam penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Daniel Maipon usai mengumumkan informasi terkini paparan corona di Kabupaten Nabire, Kamis (28/5) dari Media Centre di Guest House Jalan Merdeka Nabire.
Saat jumpa pers, Sekda didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur BLU RSUD Nabire, dr Anderas Pekey dan Ketua Harian Gugus Tugas, Victor Fun dan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori. Maipon mewakili pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, kepada wartawan menjelaskan, kondisi terkini, jumlah pasien corona yang sembuh sebanyak 8 orang, ditambah dengan 1 orang yang sudah sembuh sebelumnya. Penambahan baru, positif hanya seorang. Hingga kini, pasien yang dirawat sebanyak 11 orang.
Ketika ditanya, apakah dengan penambahan jumlah pasien yang sembuh dan sedikit penambahan pasien positif, apakah ada perubahan status tanggap darurat non alam di Kabupaten Nabire, Maipon kepada media menjelaskan, status tanggap darurat masih berlaku.
Maipon menjelaskan, untuk menentukan status tanggap darurat dan tidaknya, Kabupaten Nabire mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Oleh karena itu, kebijakan Pemprov Papua masih berlaku sehingga tanggap darurat di Nabire masih berlaku.
Seperti diketahui, kebijakan Pemprov dengan pembatasan jalur udara dan laut berlaku hingga 6 Juni mendatang. Nabire akan mengikuti kebijakan Pemprov akan kembali seperti semula atau masih dalam situasi pembatasan.
Maipon juga mengatakan, Nabire tetap mengikuti kebijakan Pemprov Papua karena Nabire merupakan daerah yang menjadi perhatian Pemprov Papua bersama dengan empat kabupaten lainnya di provinsi tertimur nusantara ini.
Juru Bicara Gugus Tugas, dr Frans Sayori menyampaikan terima kasih kepada masyarakat di daerah ini. Sebab, bertambahnya pasien corona yang sembuh berdasarkan dua kali pemeriksaan swab ini juga berkat dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat di daerah ini.(ans)
Bagikan artikel ini



