NABIRE - Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, Plt. Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP launching penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Kampung tahap pertama untuk 21 kampung dari 72 kampung yang ada di Kabupaten Nabire. Plt. Sekda Nabire menyerahkan secara simbolis kepada 4 kampung, di aula rapat Kantor Bupati, Rabu (3/06/20).

"BLT yang kita salurkan untuk 21 kampung dari 72 ini yang telah memenuhi syarat ketentuan untuk penyaluran dana desa atau kampung dan diserahkan secara simbolis kepada 4 kampung,” kata Daniel Maipon, SSTP dalam keterangan pers usai launching BLT, kepada awak media, Rabu (03/06/20).

Dikatakan Daniel, Dana Kampung selain berupa BLT senilai 600 ribu kepada tiap warga penerima manfaat. Selain itu juga diperuntukan bagi pencegahan dan penanganan Covid-19 di tingkat kampung yang bersumber dari dana APBN melalui Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal RI.

Daniel dalam arahanya mengatakan, Kepala Kampung (Kakam) harus mensosialisasikan ke masyarakatnya. Warga mana yang berhak menerima dan warga mana tidak berhak menerima BLT sesuai dengan ketentuan dan aturan yang tertuang dalam Juknis, agar tidak menimbulkan polemik di warganya. 

“Kami juga menyampaikan agar warga ikut mengawasi penyaluran DK ini oleh Kakam agar BLT dan dana penanganan covid-19 bisa tersalur dengan baik dan tepat di tiap kampungnya,” kata Daniel.

Selain Sekda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Norbertus Mote, SE, M.Si mengatakan, Kakam di tiap kampung benar-benar harus bertanggung jawab terhadap penggunaan dana kampung (DK).

“Harap supaya penyaluran juga harus sesuai data yang telah dikumpulkan oleh teman-teman Kakam, sebab kami sudah lama dalam melakukan validasi data jadi nama-nama penerima tertera jelas dan kami sudah verifikasi,” kata Mote.

Diakui Mote, sanksi penyalahgunaan DK sangatlah berat seperti dipidana, dan jabatan bisa dicopot ketika ada temuan dan ini menjadi catatan untuk kepala kampung. Lanjut Mote, untuk 51 kampung yang belum terima DK, sebenarnya datanya sudah ada. Namun sedang melakukan perubahan sehingga dalam waktu cepat diselesaikan supaya bisa diproses DK masing-masing kampung.

“51 kampung yang belum sebenarnya daya sudah ada tapi mereka sedang ferivikasi maka, muda-mudahan berapa hari kedepan ini mereka juga sudah lengkapi untuk kita proses,”  imbuhnya.

Untuk diketahui, total kepala keluarga (KK) penerima manfaat BLT di 21 kampung yang dilaunching sebanyak 4.292 KK. Sedangkan total anggaran BLT Rp. 2.575.200.000 dan untuk anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 di 21 kampung sebanyak Rp. 1.269.313.590. (eby)