Nabire Juga Mampu Kembangkan Bibit Unggul Tanaman Keras
NABIRE - Selama ini kita datangkan bibit unggul dari luar terutama luar Papua entah tanaman keras maupun hortikultura. Tidak sedikit dana ya
NABIRE - Selama ini kita datangkan bibit unggul dari luar terutama luar Papua entah tanaman keras maupun hortikultura. Tidak sedikit dana yang mengalir keluar untuk memasok bibit unggul untuk ditumbuhkembangkan di daerah ini.
Tetapi kini ada warga Nabire, Marthinus Taa, kembangkan bibit unggul tanaman keras seperti durian, langsat, dukuh, alpokat, rambutan, dan masoi sebagai bibit unggul dari Nabire. Dengan demikian bibit unggul tanaman keras jenis-jenis tersebut tersedia di Nabire.
Bibit tanaman keras itu belum sepopuler seperti bibit unggul tanaman holtikutura lainnya. Tetapi dari luar Nabire sudah banyak peminat yang sudah memesan bibit unggul hasil pengembangan Marthinus Taa dilahannya di Dusun Werbak, Kampung Nifasi.
Marthinus Taa disela-sela kesibukannya membuat pesanan bibit masoi pesanan peminat dari Nabire, Sabtu (19/6/21) mengisahkan pengembangan bibit unggul tanaman keras dengan teknologi tepat guna yakni dengan seling (dari biji) seperti bibit masoi.
Selain seling, untuk mendapatkan sebuah bibit unggul tanaman keras, alumni Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Cenderawasih (Uncen) Manokwari kini Universitas Papua (Unipa) manifesto ini menjelaskan mencari bibit unggul dengan teknik okulasi, sambung pucuk dan stek (batang cangkok).
Ayah empat anak ini mengatakan hasil pengembangan bibit unggul hasil karyanya seperti rambutan dan durian alligator montong memperkenalkan hasilnya melalui bisnis online, bukalapak. Hasil postingannya di bukalapak, pesanan durian dan bibit unggulnya diminati banya korang. Dan itu tidak hanya dari Papua seperti Sorong, Jayapura, Biak, Serui tetapi ada juga peminat dari luar Papua yakni dataran Pulau Jawa dan Kalimantan.
"Orang Papua yang kurang pesan, ini kebanyakan pesanan dari orang non Papua," ungkapnya.
Ia menambahkan, begitu banyak peminat sehingga jumlah yang dibutuhkan dibatasi khusus peminat yang minatnya doble.
Sejak memposting durian hasil unggulan hasil kreasinya, Putra Maybrat Sorong ini menuturkan jika permintaan bibit unggul tanaman keras juga makin ramai. Permintaan yang banyak datang dari Sorong, Jayapura dan daerah alainnya. Didampingi permintaan lokal dari Nabire.
Ketika membandingkan antara bibit biasa dengan bibit unggul, mantan staf Dinas Kehutanan Nabire ini menjelaskan, dari bibit biasa pohonnya besar, buah banyak tetapi masa produksi lama. Sedangkan dengan bibit unggul cepat berbuah, buahnya besar tetapi kelemahannya buah terbatas dan tidak banyak. Durian moncong misalnya hanya sekitar 4-5 tahun.
Alumni SMA YPPK Sy Ahistoris Sorong ini mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan penjualan bibit unggul di pasaran. Karena penjual belum tentu menguasai praktik dan hanya berteori dibanding membeli bibit unggul yang berasal dari lapangan praktik yang punya bukti di lapangan. Karena kita bisa tertipu oleh penjual yang tidak mempraktekan sendiri, hanya mengejar keuntungan dari masyarakat semata.(ans)
Bagikan artikel ini



