NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Sambena Inggeruhi meminta pemerintah daerah melalui instansi teknis agar menempatkan tenaga dokter ke setiap Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai Dokter Kampung di daerah ini. Hal ini untuk mempercepat penanganan kesehatan di daerah ini agar tidak membantu rumah sakit untuk mengurangi jumlah pasien dan untuk memperdekat pelayaan kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini, kata Sambena Inggeruhi, usai mengikuti bedah buku Ramuan Di Segitiga Wallacea di Nabire, Rabu (7/4), sudah disampaikan juga dalam pokok-pokok pikiran DPRD Nabire yang akan disampaikan kepada eksekutif (Pemerintah Kabupaten =Pemkab) Nabire.

Selain Dokter, kata Sambena, dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan ke seluruh distrik dan kampung, DPRD Nabire melalui pokok-pokok pikiran juga meminta pemerintah eksekutif untuk menempatkan tenaga perawat ke setiap Pustu dan Puskesmas yang tersebar di daerah ini.

Sambena saat mengikuti bedah buku Ramuan Di Segitiga Wallacea, mengatakan, sekalipun sudah meminta pemerintah untuk menempatkan perawat dan dokter ke setiap Puskesmas, ramuan obat tradisonal yang ada di setiap kampung juga perlu dilestarikan. Karena, ketika tidak ada pelayanan kesehatan oleh petugas dan tidak ada obat di tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, masyarakat dapat mengatasi kesakitannya dengan obat tradisional sebagai alternatif untuk penyembuhannya. Karena, masyarakat lokal secara tradisional meyakini bahwa ramuan tradisional mampu mengatasi kesakitan.

Oleh sebab itu, Sambena juga menilai obat tradisional berupa ramuan alam yang mulai dilestarikan lewat cetakan buku juga perlu dilestarikan kembali sebagai obat herbal asal Papua yang dikenal masyarakat lokal selama ini. (ans)