Nabire Bentuk Timsus Peningkatan PAD, Melibatkan 12 OPD

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire mengambil langkah strategis dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membentuk sebuah Tim Khusus (Timsus) yang melibatkan 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.
Pembentukan tim ini merupakan respons langsung terhadap permintaan dari kementerian untuk mengoptimalkan kerja sama antar-OPD dalam mencapai target PAD. Dalam rapat evaluasi penyelenggaraan perizinan dan non-perizinan pada DPMPTSP Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nabire, Engel Bertus Magai, S.Pd, menjelaskan bahwa tim ini dibentuk untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala di lapangan.
"Permintaan kementerian harus di DPMPTSP, itu permintaan dari kementerian untuk merangkul OPD-OPD penghasil PAD yang harus kerja sama satu tim dan monitoring ke lapangan," ujar Engel Bertus saat diwawancarai awak media di Aula Sekda, Rabu (30/07/2025).
Tim ini rencananya akan turun ke lapangan sekitar empat hingga lima kali dalam setahun bersama kelompok terkait, dengan tujuan utama mengidentifikasi kekurangan dan potensi peningkatan PAD daerah. Dengan demikian, diharapkan kendala di lapangan dapat teratasi dan potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan.
Struktur kepengurusan tim ini telah ditetapkan dengan jelas. Sekretaris Daerah (Sekda) wajib berperan sebagai penasehat, sementara ketua tim dipercayakan kepada DPMPTSP. Anggaran operasional tim ini juga akan dikelola langsung oleh DPMPTSP.
Meskipun tim sudah terbentuk, pengajuan anggaran untuk operasionalnya akan diajukan untuk tahun anggaran 2026. Mengenai sumber dana, Engel Bertus menyatakan hal tersebut akan tergantung pada kebijakan bupati, apakah akan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), DAK atau dana non-fisik lainnya.
Salah satu fokus utama tim ini adalah memastikan koordinasi yang baik antar-OPD. Engel Bertus mencontohkan, kasus seperti Minuman Beralkohol (Minol) yang sering menimbulkan saling curiga antarpihak, dapat diselesaikan dengan turun langsung ke lapangan. "Daripada saling tuduh-menuduh, kita turun. Kalau memang kendala, tutup. Kalau tidak atau kesepakatan tim teknis ini sepakat, gampang saja tutup di dalamnya dapur PP juga di dalamnya, itu gampang daripada saling curiga satu dengan yang lain supaya sangat jelas," tegasnya.
Dengan adanya tim ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam PAD Kabupaten Nabire melalui pendekatan yang lebih terpadu, transparan, dan akuntabel. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mengatasi hambatan yang selama ini menghambat optimalisasi penerimaan daerah.(sam)
Bagikan artikel ini



