Nabire Baru Mampu Hasilkan 67,34 % Telur dan 2,4 % Ayam Pedaging Konsumsi
NABIRE - Dalam rangka rencana untuk menghentikan pasokan ayam pedaging dan telur dari luar Papua ke Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan Kabupaten Nabire menggelar Dialog Bupati Nabire Bersama Peternak Ayam (Pedaging dan Petelur) Serta Pemasok DOC, Ayam Beku dan Telur Luar Papua Se- Kabupaten Nabire, yang di gelar, Rabu (25/05) Pukul 19.30 WIT bertempat di gedung Guest House Jalan Merdeka Nabire.

NABIRE - Dalam rangka rencana untuk menghentikan pasokan ayam pedaging dan telur dari luar Papua ke Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan Kabupaten Nabire menggelar Dialog Bupati Nabire Bersama Peternak Ayam (Pedaging dan Petelur) Serta Pemasok DOC, Ayam Beku dan Telur Luar Papua Se- Kabupaten Nabire, yang di gelar, Rabu (25/05) Pukul 19.30 WIT bertempat di gedung Guest House Jalan Merdeka Nabire.
Turut hadir Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos.,M.Si., Plt. Sekda Nabire Herman Kayame, ST., MT., Plt. Kepala Dinas Peternakan, Melkias Yeimo, S.Sos, sejumlah pimpinan OPD, para pengusaha ayam pedaging dan petelur Nabire dan juga distributor pakan ternak yang ada di Kabupaten Nabire.
Dalam Laporannya, Plt. Kepala Dinas Peternakan Nabire, Melkias Yeimo, S.Sos mengatakan, jumlah peternak ayam pedaging dan petelur di wilayah Nabire yang terbagi dalam 15 distrik, hanya tersebar di Distrik Yaro, Distrik Wanggar, Distrik Uwapa, Distrik Nabire, Distrik Nabire Barat, Distrik Teluk Kimi dan Distrik Makimi. Berdasarkan data sementara yang dimiliki Dinas Peternakan Nabire dan baru tahun 2022 didata oleh Dinas Peternakan Nabire, hanya ada 47 peternak ayam petelur dan 60 peternak ayam pedaging.
Kata Yeimo, dari sekian sektor atau bidang yang mempunyai potensi besar dalam memajukan perekonomian masyarakat di Kabupaten Nabire, adalah sektor peternakan. Sektor peternakan di Nabire sangat berpotensi besar dalam memajukan Kabupaten Nabire, terutama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk saat ini tingkat kebutuhan telur di Kabupaten Nabire cukup tinggi dan Nabire masih kurang, saat ini Nabire masih kekurangan sekitar 30.66 %, ketersediaan telur di Nabire dari pemasok lokal yang ada di Kabupaten Nabire hanya mampu menyediakan 67,34 % telur. Oleh karena itu kita harus berdialog, dan saling memberikan saran dan masukan,” ungkapnya.
Lanjutnya, untuk peternak ayam pedaging di Kabupaten Nabire sampai saat ini menurut data sementara yang dimiliki Dinas Peternakan Nabire, yakni 67 peternak ayam pedaging, hanya baru bisa menghasilkan panen 16.000 ekor per bulan. Jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan daging ayam broiler di Nabire, bisa dikatakan baru mencapai 2,4 %. Sehingga kekurangan masih sekitar 97, 6 %. Artinya, kedepan perlu ada kerjasama yang baik antara para peternak ayam, para distributor DOC dan distributor pakan ternak yang ada di Nabire. Agar perwujudan untuk menyetop pasokan dari luar ayam beku maupun telur di Kabupaten Nabire sesuai Instruksi Bupati dan harapan para peternak ayam pedaging dan peternak ayam petelur di Nabire bisa terlaksana dengan baik.
Menurutnya, terkait kebijakan Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos.,M.Si untuk memberhentikan pasokan ayam beku dan telur dari luar Papua di Kabupaten Nabire adalah hal yang sangat baik dan luar biasa. Dan pasti akan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Nabire. Serta mengurangi angka pengangguran dan pastinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang peternakan, khususnya ayam pedaging dan ayam petelur.
Dirinya berharap, semua peternak ayam pedaging maupun ayam petelur di wilayah Nabire harus mampu berusaha meningkatkan produktifitas. Karena tingkat kebutuhan atau konsumen dari ayam pedaging maupun telur yang merupakan warga masyarakat Nabire, akan terus meningkat. Tentunya dengan kerjasama, koordinasi dan saling mendukung satu sama lain, baik para peternak ayam, para distributor pakan ternak unggas dan pemerintah daerah, pasti akan mampu mewujudkan cita-cita besar Kabupaten Nabire untuk menjadi swasembada pangan.
Sementara itu, para peternak ayam pedaging dan ayam petelur yang ada di Kabupaten Nabire berharap kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dalam Acara Dialog Bupati Nabire Bersama Peternak Ayam (Pedaging dan Petelur) Serta Pemasok DOC, Ayam Beku dan Telur Luar Papua Se-Kabupaten Nabire, untuk bisa memberikan kesempatan kepada para peternak ayam pedaging maupun ayam petelur Nabire untuk berkarya dan ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bidang peternakan. (cad)
Bagikan artikel ini



