Musyawarah MUI Papua Tengah Bahas Penguatan Moderasi Beragama dan Peran Ulama
NABIRE - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Tengah menggelar musyawarah yang mengangkat tema sentral mengenai ‘Meningkatkan Peran Ulama dan Memperluas Wawasan Umat dalam Penguatan Moderasi Beragama di Provinsi Papua Tengah’.

NABIRE - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Tengah menggelar musyawarah yang mengangkat tema sentral mengenai ‘Meningkatkan Peran Ulama dan Memperluas Wawasan Umat dalam Penguatan Moderasi Beragama di Provinsi Papua Tengah’.
Acara penting ini berlangsung di Gedung Islamic Center, Nabire, pada Rabu (7/5/2025), dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting serta perwakilan umat Islam dari berbagai elemen.
Ketua panitia musyawarah, Muhammad Syarif, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan finansial yang memungkinkan terselenggaranya acara ini. Ia mengungkapkan bahwa pendanaan musyawarah ini berasal dari berbagai pihak, termasuk para donatur, individu dermawan, serta kontribusi dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) baik dari dalam maupun luar Kota Nabire.
Partisipasi dalam musyawarah ini terbilang signifikan, dengan kehadiran 21 peserta aktif dan 8 peninjau. Mereka berasal dari berbagai unsur penting, mencerminkan representasi luas dari umat Islam. Diantara para peserta dan peninjau hadir perwakilan dari NU Pusat, MUI Papua, MUI Nabire, MUI Mimika, para Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam tingkat provinsi, unsur pondok pesantren, serta perwakilan dari berbagai agama yang ada di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Ketua Umum MUI Provinsi Papua, K.H. Syiful Islam Al Payage, S.HI, dalam pidatonya menyampaikan harapan besar atas kehadiran para ulama di Papua Tengah.

Dirinya berharap kehadiran ini dapat membawa kemajuan dan keberkahan bagi wilayah tersebut, serta menghasilkan pemimpin-pemimpin yang dipilih oleh Allah SWT dan mampu mengemban amanah dengan nilai-nilai moderat yang rahmatan lil'alamin. "Nilai-nilai moderat inilah yang perlu kita terapkan," tegas K.H. Syiful Islam.
Arahan penting juga disampaikan oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. Muh. Cholil Nafis, Lc.,S.Ag.,M.A.,Ph.D. Pihaknya memberikan penjelasan mendalam mengenai legalitas dan struktur organisasi MUI.

K.H. Cholil Nafis menekankan, struktur MUI sejajar dengan struktur pemerintahan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan. Ia juga menyoroti keberadaan unsur-unsur penting dalam MUI, termasuk perwakilan dari pondok pesantren dan para pimpinan pesantren.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., yang berhalangan hadir, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos.,M.KP,.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Ukkas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MUI atas perannya dalam membangun umat. Dirinya juga menyinggung kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, dan berharap musyawarah ini dapat menghasilkan ketua dan pengurus yang amanah.

Ukkas juga memberikan nasihat penting terkait dengan berorganisasi. "Kita berorganisasi harus menghidupkan organisasi, tapi bukan cari hidup di organisasi. Jangan dibalik-balik, karena majelis ulama bukan organisasi profit, tetapi pelayanan. Ini yang harus disadari oleh para penerus dan bagaimana kita menghidupkan organisasi," pesannya.
Rangkaian acara musyawarah ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MUI, yang menambah khidmat suasana. Pembacaan ayat suci Al-Quran juga turut mengawali kegiatan, memberikan keberkahan dan kedamaian bagi seluruh peserta yang hadir.
Musyawarah MUI Provinsi Papua Tengah ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan strategis untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing umat serta memperluas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Papua Tengah yang majemuk.
Hasil dari musyawarah ini tentu akan menjadi landasan penting bagi langkah-langkah MUI ke depan dalam berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa di wilayah Papua Tengah.
Diskusi dan musyawarah antar peserta diharapkan akan berjalan konstruktif, menghasilkan ide-ide cemerlang dan solusi inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan keumatan. Semangat kebersamaan dan persaudaraan islamiyah tampak begitu kental mewarnai jalannya acara ini.
Kehadiran perwakilan dari berbagai elemen umat Islam dan lintas agama menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan suasana yang harmonis dan toleran di Provinsi Papua Tengah. Moderasi beragama dipandang sebagai kunci penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah yang kaya akan keberagaman ini.
Musyawarah ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program-program MUI yang telah berjalan, serta merancang program-program baru yang lebih relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman. Sinergi antara ulama, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan semakin solid dalam upaya memajukan Papua Tengah.
Dengan semangat Ukhuwah Islamiyah dan komitmen untuk melayani umat, musyawarah MUI Provinsi Papua Tengah ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi seluruh masyarakat.
Pemilihan ketua dan pengurus baru juga menjadi agenda penting dalam musyawarah ini, dengan harapan terpilihnya sosok-sosok yang amanah, kompeten dan memiliki visi yang jelas untuk kemajuan umat Islam di Papua Tengah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif MUI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai luhur agama. Diharapkan, semangat moderasi beragama yang digaungkan dalam musyawarah ini dapat semakin meresap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua Tengah, menciptakan kedamaian dan harmoni di tengah keberagaman.(sam)
Bagikan artikel ini



