NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, pada Selasa (28/4/26) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran (TA) 2027.

Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa SH, dalam kesempatan itu mengatakan, di sinilah untuk kita duduk bersama menyatukan pikiran, menyamakan langkah dan memastikan bahwa apa yang kita direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. 

“Hari ini kita melaksanakan Musrenbang Otsus dan RKPD TA 2027 Provinsi Papua Tengah dengan tema ‘Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah’. Artinya kita mau bangun Papua Tengah dari kekuatan kita sendiri,” ujarnya.

Meki Nawipa menambahkan, Papua memiliki tanah yang subur, laut yang kaya, punya budaya dan kearifan lokal yang kuat. Ini semua harus menjadi kekuatan utama ekonomi.

Lanjutnya, Pemprov juga harus jujur melihat kondisi hari ini dari capaian indikator makro Provinsi Papua Tengah tahun 2025. Di mana, IPM kita berada pada angka 60,64 (enam puluh koma enam empat). Laju pertumbuhan ekonomi 6,01% (minus enam koma nol satu persen).

Selanjutnya, tingkat kemiskinan 29,45% (dua puluh sembilan koma empat lima persen). Tingkat pengangguran terbuka 3,62% (tiga koma enam dua persen). Gini ratio berada pada angka 0,34 (nol koma tiga empat).

Dari data tersebut, kata Meki Nawipa, maka dapat disimpulkan bahwa kemiskinan masih tinggi, pengangguran masih banyak, lapangan kerja masih kurang, infrastruktur masih terbatas, terutama di wilayah pegunungan. Akses pendidikan dan kesehatan belum merata dan konektivitas antar wilayah masih menjadi tantangan besar.

“Ini bukan untuk kita keluhkan, tetapi untuk kita jawab bersama dan untuk dana Otsus yang kita terima harus benar-benar kita gunakan dengan baik. Dana Otsus harus dikelola secara tepat sasaran, transparan dan akuntabel serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua di Papua Tengah, terutama untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas kebutuhan dasar hidup. Tidak boleh lagi ada program yang tidak berdampak,” tegasnya.

Sebagai Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa mengajak semua, mulai dari bupati, OPD, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda dan seluruh masyarakat, mari bekerja sama. Jangan kerja sendiri-sendiri. Jangan jalan sendiri-sendiri. “Kita harus satu arah, satu tujuan demi Papua Tengah yang lebih baik,” harapnya.

Papua ini bukan hanya tanah ini adalah rumah kita. Papua ini bukan hanya wilayah, tetapi ini adalah masa depan anak-anak kita. “Kita tidak sedang membangun untuk hari ini saja, kita sedang membangun untuk generasi yang akan datang,” tandasnya. (rob/HumPemprov)