MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat di Deiyai
NABIRE - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan ke Kabupaten Deiyai untuk menyerap aspirasi masyarakat khususnya masyarakat di Distrik Tigi Timur, Selasa (22/4/25).

NABIRE - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan ke Kabupaten Deiyai untuk menyerap aspirasi masyarakat khususnya masyarakat di Distrik Tigi Timur, Selasa (22/4/25).
Sekretaris Pokja Adat MRP Papua Tengah, Melina Edowai, SE, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MRP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah. \

"Kami ingin mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat Deiyai khususnya Distrik Tigi Timur. Sehingga kami dapat memperjuangkan kepentingan mereka di tingkat provinsi maupun kabupaten," kata Melina Edowai melalui sambungan teleponnya.
Dalam kegiatan itu, masyarakat Distrik Tigi Timur menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan. Diantaranya, peningkatan infrastruktur jalan, pembangunan fasilitas dan tenaga kesehatan, serta peningkatan kualitas pendidikan.
"Kami berharap MRP dapat memperjuangkan kepentingan kami dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Deiyai khususnya di Distrik Tigi Timur," kata salah seorang masyarakat Deiyai.
Dengan adanya aspirasi masyarakat, MRP Papua Tengah akan menindaklanjuti aspirasi dan kebutuhan masyarakat Deiyai dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.
"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Deiyai khusunya Distrik Tigi Timur," ujarnya.
Kegiatan kunjungan untuk menyerap aspirasi ini masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurut Melina Edowai, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara MRP dan masyarakat adat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antara MRP dan masyarakat adat, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah," harap Melina Edowai.
Pada kegiatan itu, Melina juga mengharapkan agar pekerja kesehatan yang berasal dari Distrik Tigi Timur dapat melayani di daerah tersebut dan tidak keluar atau melayani di daerah lain.
"Saya berharap adik-adik tenaga kesehatan yang berasal dari Distrik Tigi Timur, agar tidak keluar dari kampung. Saya harap agar tetap di sini untuk melayani masyarakat di kampung ini. Sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. Karena kalau tenaga kesehatan yang berasal dari daerah lain atau dari luar mereka tidak tinggal menetap di sini," tuturnya.
Melina Edowai juga menyatakan keprihatinannya dengan adanya pembatasan terhadap tenaga pengajar yang masih honor. Dalam satu sekolah yang memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) hanya kepala sekolah. Menurutnya, hal ini dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah tersebut karena tenaga pengajar yang masih honor merasa keberatan.

"Saya prihatin dengan adanya pembatasan tenaga honor di semua instansi khusunya di sekolah karena hal ini. Adik-adik tenaga pengajar yang masih honor mereka merasa keberatan dan hal ini bisa mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah ini," ungkapnya.
Melina juga menghimbau masyarakat jika ada pembangunan infrastruktur seperti pembangunan gedung yang bersifat untuk kepentingan umum, jalan, penerangan jalan atau lainnya di Distrik Tigi Timur, agar tidak ada lagi praktik palang memalang yang mengakibatkan pembangunan daerah tidak berjalan dengan baik.
"Karena letak Distrik Tigi Timur ini jauh dari kota dan masih butuh banyak pembangunan. Saya berharap masyarakat tidak ada lagi praktik pungutan liar seperti palang proyek atau meminta uang ganti rugi dalam pembangunan infrastuktur yang masuk ke Distrik Tigi Timur ini, itu tidak boleh!" tegas Melina Edowai.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh kelapa suku Distrik Tigi Timur, kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Kegiatan penyaluran aspirasi masyarakat ini merupakan salah satu upaya MRP Papua Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah dan memperkuat hubungan antara MRP dan masyarakat adat.(pal)
Bagikan artikel ini



