NABIRE - Bertempat di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Tengah Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Selasa (8/12/25) lalu, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Polda Papua Tengah menggelar konsolidasi, mengevaluasi kinerja serta merumuskan arah kebijakan operasional guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme aparat serta menjaga stabilitas keamanan di Wilayah Hukum (Wilkum) Polda Papua Tengah.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, yang mulia Paulina Marey, sebagai pemateri dalam Apel Kasatwil dan forum ini juga berperan untuk menyamakan persepsi dan memastikan setiap kebijakan Polri diterapkan secara konsisten hingga ke wilayah yang paling jauh.

Dalam forum tersebut, Paulina Marey menyampaikan, materi mendalam mengenai budaya lokal Papua, khususnya terkait perang suku dan mekanisme penyelesaian sebagai bentuk dukungan MRP dalam memperkaya pemahaman aparat keamanan mengenai dinamika budaya yang mempengaruhi kondisi sosial masyarakat, terutama di wilayah adat yang rentan terhadap konflik.

Paparan tersebut mencakup beragam aspek, mulai dari akar budaya perang suku, bagaimana faktor pemicu di masa kini berbeda dengan masa lalu, hingga dampak sosial, ekonomi dan keamanan yang ditimbulkan.

"Kehadiran MRP dalam forum strategis kepolisian ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga kultural dan aparat keamanan di wilayah Papua Tengah," ujarnya.

Paulina menjelaskan, mekanisme penyelesaian konflik berdasarkan hukum adat, termasuk peran para kepala suku dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi penopang perdamaian di tingkat kampung.

Selain itu, ia menekankan peran strategis MRP dan Polda Papua Tengah dalam pencegahan perang suku, terutama melalui komunikasi yang intensif dengan tokoh adat serta pendekatan yang menghormati nilai-nilai budaya.

Ia juga menyampaikan, beberapa strategi pencegahan perang suku yang dapat dilakukan melalui kolaborasi kedua lembaga, baik dalam bentuk edukasi budaya, mediasi konflik maupun penguatan kapasitas aparat di lapangan.

Lanjutnya, paparan tersebut mendapat tanggapan positif dari beberapa Kapolres di Papua Tengah dan materi tersebut disampaikan langsung di hadapan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., beserta seluruh pejabat utama Polda. 

Dalam agenda ini, Wakil Ketua I MRP Papua Tengah didampingi oleh Tenaga Ahli MRP Papua Tengah, Benyamin Kareth, S.H., M.A.P.

Kehadiran MRP dalam Apel Kasatwil menjadi bukti nyata komitmen lembaga kultural ini untuk terus berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial dan mendorong penyelesaian konflik yang menghormati budaya lokal. 

Dengan sinergi yang semakin kuat antara MRP dan Polda Papua Tengah, diharapkan upaya pencegahan perang suku dapat berjalan lebih efektif, sehingga terwujud Papua Tengah yang damai, aman dan bermartabat.(rob/hum mrp-pt)