DEIYAI -  Misa pertama dan misa syukur pentahbisan imam baru Pastor Oksianus K. Ekadaiibi, Pr, dilaksanakan Selasa (24/5/22) lalu di Gereja Katolik St. Simon Kirene Okomokebo, Paroki Waghete Dekenat Tigi Keuskupan Timika. Acara berjalan aman, lancar dan sangat meriah.

Acara misa pertama dan misa syukur ini merupakan ungkapan hati para orang tua atau umat Paroki Waghete serta leluhurnya. Atas rahmat dan berkat Tuhan sehingga mendapatkan pembahan satu tenaga untuk pewartaan kabar gembira atau Firman Tuhan di wilayah Meuwoo untuk pelayanan tota mana, touye mana, kabo mana dari Tuhan dan leluhurnya.

Imam baru dan rombongan dijemput dengan tarian adat dari umat Paroki Waghete degan berbagai kelompok tarian adat Koteka Moge. Kelompok tari menyampaikan selamat datang kepada pastor dengan pengalungan bunga dan noken sebagai simbol ucaran selamat datang imam baru di tanah keluhurnya.

Imam baru beserta rombongan dari Paroki Waghete menuju Okomo diarak-arak dengan tarian adat. Setibanya di halaman gereja dilanjutkan upacara penobatan nama adat oleh kelompok tarian adat Gaupe. Dengan proses penyerahan kepada pihak gereja disambut oleh Dekan Tigi beserta imam lainya.

Kelompok penari Gaupe mengantar imam baru dengan perarakan menuju Altar dengan pemberian nama adat Dimi Ekegai, Mana Ekegai dengan sebutan nama Ekegaiibi Bukega PR sehingga nama adatnya menjadi Pastor Oksianus Ekegaiibi Bukega, PR. Dilanjutkan penyerahan kepada gereja dan Uskup untuk segala tugasnya dan hidupnya diserahkan sepenuhnya.

Dekan Deket Tigi, Pastor Yawina Adi, Pr menyambut dengan tempat dan tanah leluhur ini. 

“Oksianus Bukega engkau dipermuliakan dan dipersembahkan oleh umatnya. Karena tempat ini bersejarah bagi umat katolik karena Okomo ini gereja katolik pertama di wilayah Tigi yang pertama kali mengadakan sakramen baptis bagi umat katolik di Tigi sebelum pindah ke Waghete masa tahun 1949-1954,” tuturnya.

Acara dilanjutkan misa kudus dipimpin imam baru Pastor Oksianus Ekadaiibi Bukega Pr. Dengan motto tahbisan “Luluskanlah Jalan Bagi Allah” (Yes: 40:3) degan pesan yang disampaikan melalui khotbah umat tidak membebedakan marga, suku tapi bersatu untuk membangun daerah dan menjauhi segala penyakit sosial yang merugikan umat dan segala sesuatu yang dilarang oleh agama. Sehingga ada perubahan pribadi, keluarga dan kelompok, menuju sikap untuk mempersiapkan diri menuju peradaban hidup baru baik dunia maupun di surga.

Ketua panitia, Robert Pekei menyampaikan puji syukur kepada Tuhan dan alam keluhur Okomodide karena hari ini pihaknya sangat bangga karena Tuhan telah melahirkan satu tenaga baru dari Okomo karena tongkat untuk mewartakan kabar baik Firman Tuhan.

Roby Pekei menambakan, semua tahapan panitia telah dilakukan mulai dari tahapan diakonat, pentabisan sampai puncak acara misa syukur ini. 

“Kami atas nama panitia dan umat Stasi Okomokebo menyampaikan rasa berterimaksih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan kami pada acara misa pertama dan misa syukur ini. Panitia tidak bisa membalas tetapi Tuhan yang akan membalas semua bantuan dan donatur yang telah membantu dan akan mendapatkan berkat yang besar serta rahmatnya dari Tuhan Allah di Surga,” kata Roby Pekei.

Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam hal ini Asisten I, perwakilan DPRD Deiyai, Dandim, Kapolres, kepala distrik, kepala suku, tamu undangan lain, serta 13 imam yang terdiri dari 6 pastor tamu bersama imam baru dari Keuskupan Jayapura dan 7 imam sebagai tuan rumah dari Keuskupan Timika. (PPN/roby pekei)