Minim Armada Angkut Sampah, DLH Nabire Butuh 11 Armada Tambahan

NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire menghadapi tantangan besar dalam penanganan sampah di wilayahnya. Kepala DLH Nabire, Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa armada pengangkut sampah yang tersedia saat ini sangat tidak memadai untuk mengatasi volume sampah harian yang mencapai 73 ton.
Arfan Natan menjelaskan, idealnya Kabupaten Nabire membutuhkan 20 armada pengangkut sampah untuk dapat melayani seluruh area dengan efektif. Namun, saat ini DLH hanya memiliki 9 armada yang beroperasi. Artinya, terdapat kekurangan 11 armada lagi untuk memenuhi kebutuhan minimum.
Pernyataan ini disampaikan Arfan saat diwawancarai di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Nabire, Senin (25/8/2025). Ia menegaskan bahwa minimnya armada ini menjadi kendala utama dalam menjaga kebersihan kota Nabire.
Armada yang kami miliki saat ini hanya 9 unit. Jauh dari kata cukup untuk melayani kebutuhan Nabire yang setiap harinya menghasilkan 73ton sampah," ujar Arfan.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di beberapa lokasi dan seringkali membuat proses pengangkutan sampah menjadi lambat. Masyarakat pun kerap mengeluhkan keterlambatan penjemputan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Dengan jumlah sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, DLH Nabire harus bekerja ekstra keras. "Kami berupaya semaksimal mungkin dengan armada yang ada, tetapi ini jelas tidak optimal," tambahnya.
Oleh karena itu, DLH Nabire berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk pengadaan armada baru. Penambahan 11 armada ini dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kebersihan dan menjaga lingkungan Nabire tetap bersih dan sehat.
"Kami sangat membutuhkan tambahan armada. Dengan armada yang memadai, kami yakin masalah sampah di Nabire bisa ditangani lebih baik dan kebersihan kota bisa terjaga secara maksimal," tutup Arfan Natan.(sam)
Bagikan artikel ini



