NABIRE – Gelaran Turnamen Migani Cup III tahun 2021 berakhir di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705 Nabire, Selasa (6/7) sore. Pertandingan final antara Junior FC dari Waropen dan Fajar Timur FC yang dimenangkan Fajar Timur merupakan puncak Turnamen Migani Cup di Nabire.

Panitia Turnamen Migani sebelum menyerahkan piala bergilir dan mengatakan turnamen dilaksanakan selama sebulan, sejak kicc off pertama, 6 Juni lalu, diikuti oleh 24 klub sepakbola. Selama turnamen, panitia juga mengungkap, wasit pertandingan telah mengeluar 212 kartu kuning dan 8 kartu merah kepada pemain dari 24 klub peserta turnamen.

Sebelum penyerahan piala bergilir, Migani Cup, Panitia juga mengumumkan, klub terbaik dari 24 klub sepakbola yang mengikuti turnamen, dinobatkan kepada klub sepakbola SIMAPITOWA, pelatih terbaik dan pemain terbaik diraih pelatih Junior FC pemain terbaik atas nama S Kayoi dari Junior FC dan Nokson Sasani dari Migani FC menjadi top skor tunamen Migani Cup III tahun 2021.

Panitia memberikan piagam tetap, medali dan uang pembinaan kepada klub, pemain terbaik, top skor, penjaga gawang terbaik dalam turnamen Migani Cup III.

Top skor Migani Cup III, Nikson Sasani berharap, usai mengikuti turnamen ini berkeinginan mengikuti Liga II Sepakbola nasional.

Pelatih Fajar Timur FC, Gad Tekege menyampaikan pemuda Migani yang telah berhasil melaksanakan turnamen sepak bola di Nabire. 

Nabire Cup?

Turnamen ini dilaksanakan oleh pemuda Migani, tidak ada Nabire Cup. Oleh sebab itu, pelatih “bertangan dingin”, Gad Tekege mengusulkan agar Nabire juga menggelar turnamen Nabire Cup. Selama beberapa tahun terakhir ini tidak ada turnamen Nabire Cup di daerah. Yang ada kegiatan cuma turnamen hanya Migani cup.

Sebelumnya, beberapa saat lalu, mantan pemain Persinab Nabire, Er Mambo Rumaropen mengatakan, selama ini tidak ada turnamen sepkbola di daerah. Padahal turnamen sepakbola sebagai ajang penggalian bibit dan potensi mengolah si kulit bundar yang selama ini terpendan di tengah kehidupan kaum muda di daerah ini. Turnamen sepakbola juga sebagai ajang mengalihkan perhatian kaum muda kepada hal-hal yang positif. Tetapi perhatian potensi dan bakat kaum muda dalam sepakbola, selama ini dilalikan oleh pemerintah.

Mambo Rumaropen menuturkan, kita bersyukur karena pemuda Migani menggelar turnamen Migani Cup selama tiga tahun terkahir ini untuk mencari dan menggali bibit-bibit sepakbola di daerah ini.

Mantan pemain Persinab ini menilai, potensi di bidang sepakbola di daerah ini cukup banyak. Namun, selama itupula pemerintah membiarkan potensi-potensi tersebut terpendalam di dalam kaum muda di daerah ini.

Olh sebab itu, mantan pemain Persinab nabire, Mambo Rumaropen dan pelatih Fajar Timur, Gad Tekege mengusulkan agar pemerintah Nabire juga menggelar Nabire Cup untuk menggali potensi dan bakat sepakbola kaum muda di daerah ini sekaligus mengarahkan kaum muda ke hal-hal yang positif. (ans)