Mesak Magai Soroti Kinerja PDAM dan Tegaskan Evaluasi Menyeluruh

NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, secara tegas menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penegasan tersebut disampaikannya langsung di halaman Kantor Pemerintah Daerah dalam apel gabungan, Senin (3/8/2026).
Selama ini, menurut Bupati Nabire, permasalahan utama yang sering disorot publik adalah pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), karena menyangkut pelayanan kemanusiaan, sementara persoalan PDAM luput dari perhatian. “Selama ini kita bicara masalah RSUD, sudah menjadi topik utama karena ini masalah pelayanan kemanusiaan. Tetapi untuk masalah PDAM, kami akan rapat sehingga kami akan evaluasi gaji, pendapatan dan sebagainya,” ujar Mesak.
Bupati juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran penyertaan modal yang digelontorkan tidak sejalan dengan kontribusi yang diberikan oleh badan usaha milik daerah tersebut.
“Kenapa selama ini penyertaan modal tidak lakukan? Penyertaan modal itu perlu besar, pendapatan dari PDAM untuk kontribusi ke daerah tidak ada sama sekali, nol,” tegasnya di hadapan para peserta apel.
Selain masalah pendapatan, ia menyoroti krisis air bersih yang masih meluas dan dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Nabire Barat. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya berencana melakukan survei titik air baru dalam pekan ini guna mengalirkan air bersih ke kawasan Nabire Barat dan Oyehe. “Sekarang persoalan yang kita hadapi di Nabire Barat seluruhnya, kalau tidak hujan tidak dapat air. Saya sekarang berkomitmen untuk bagaimana untuk air bersih harus masuk Nabire Barat dan Oyehe sekitar itu sehingga titik air dari Kali Semen kita akan survei dalam Minggu ini,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur air, Mesak Magai juga menyoroti ketimpangan struktur penggajian pegawai PDAM yang dinilai tidak seimbang dengan kinerja yang dihasilkan
. “Karena saya dapat laporan gaji pegawai PDAM itu ada yang Rp10 juta dan sebagainya. Padahal ini pegawai golongan 4 ini Rp5 juta dan sebagainya. Oleh sebab itu, kita akan lihat kembali evaluasi, sehingga nanti setelah kita rapat, saya akan panggil PDAM kepala PDAM beserta bendahara dan semua kita akan rapat dengan Direktur PDAM dan semua staf di sana,” ungkapnya.
Menutup arahannya di momen peringatan Hari Kemerdekaan bulan Agustus ini, bupati mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk proaktif mempercantik lingkungan kerja serta menjaga kebersihan.
“Dalam momen bulan Agustus hari kemerdekaan ini, saya tekankan kepada semua OPD depan kantor pasang umbul-umbul tetapi juga jaga kebersihan. Bukan di kantor saja, di mana pun kita tinggal lingkungan kita berada, jaga kebersihan. Kita sebagai teladan masyarakat, jaga kebersihan, kita yang berikan teladan bagi masyarakat kita,” tutupnya. (sam)
Bagikan artikel ini



