NABIRE – Menuju pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Nabire yang semakin dekat, KPU Nabire gelar pertemuan di Cafe Fioz, Selasa (30/9) kemarin. Pada pertemuan itu, pihak KPU Nabire melakukan presentasi rancangan tahapan program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2015. Pada pertemuan itu, sejumlah masukan juga disampaikan oleh sejumlah pihak demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire nantinya.   Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere kepada media ini mengatakan, KPU Nabire tidak bisa pasif mempersiapkan agenda besar ini. Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire masuk dalam periode ini, sehingga kita mempersiapkan diri untuk sukseskan agenda demokrasi ini. Apa yang kita lakukan ini, lanjut Rumere, adalah rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire. “Gong Pilkada Nabire nanti akan kita bunyikan setelah KPU dan pihak-pihak terkait lainnya bertemu untuk samakan persepsi terkait agenda ini. Apa yang kita lakukan sekarang ini adalah bagian dari persiapan kita menuju ke arah sana. Dan apa yang kita lakukan ini juga sebagai respon atas surat dari DPRD tentang akhir masa jabatan Bupati Nabire,” ujar Petrus Rumere. Menyinggung soal tahapan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire, tutur Petrus Rumere, saat ini kita sudah persiapkan diri. Persiapan jalan sambil melakukan koordinasi dengan KPU provinsi, KPU pusat maupun Depdagri RI. Sambil juga menunggu proses judicial review UU Pilkada yang baru. Sementara itu, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Nabire, Yusuf Kobepa mengatakan, KPU Nabire akan segera memastikan dasar hukum pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire. Hal ini dilakukan terkait adanya penetapan UU Pilkada yang baru dan juga dengan perubahan UU Otsus yang sudah ditetapkan oleh DPR RI. Sambil menyiapkan anggaran yang akan digunakan untuk pembiayaan tahapan pemilihan bupati baik dipilih secara langsung oleh masyarakat maupun dipilih secara tidak langsung oleh DPRD. “Pilkada harus dimulai dengan landasan hukum pasti. Sehingga hasilnya tidak menjadi cacat hukum di kemudian hari,” tutur Yusuf Kobepa.   KPU Terima Sejumlah Masukan   Pertemuan yang digelar KPU juga turut dihadiri Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, unsur Muspida dan sejumlah tamu undangan lainnya. Sejumlah pihak turut serta memberikan masukan kepada KPU agar terselenggara Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire dengan sukses. Seperti ditegaskan Bupati Isaias Douw, dirinya meminta kepada KPU agar menyempurnakan soal data pemilih pada Pilkada mendatang. Pada Pilkada Nabire mendatang, bupati mengharapkan agar seluruh warga yang sudah mempunyai hak pilih bisa terakomodir sebagai pemilih. Sehingga seluruh warga Kabupaten Nabire yang telah memiliki hak pilih bisa menyalurkan suaranya untuk memilih pimpinan daerah ini untuk lima tahun ke depan. “Soal data pemilih perlu diperjelas. Pada agenda Pileg maupun Pilpres lalu banyak yang belum dapat ikut memilih. Saya harapkan hal ini dikoordinasikan dengan baik agar pendataan lebih baik. Jangan terulang lagi persoalan seperti saat Pileg dan Pilpres lalu,” ujarnya. Kata bupati, pihaknya serta pihak-pihak terkait lain akan membantu agar pendataan pemilih lebih baik lagi nantinya. Soal pendataan ini agar disesuaikan dengan jadwal. Jika perlu, dari tingkat TPS, PPD hingga jenjang yang lebih tinggi dirapatkan untuk membantu dalam hal pendataan ini.   “Ada data pemilih banyak yang belum masuk, seperti di lokasi pendulangan. Ini hak warga untuk ikut memilih,” ujarnya. (ros)