Menteri Susi Buka Jalur Perdagangan ke Darwin
Merauke - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana membuka jalur perdagangan hasil laut dari Papua ke Palau dan Darwin (Aus
Bagikan
Merauke - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana membuka jalur perdagangan hasil laut dari Papua ke Palau dan Darwin (Australia). Menteri Susi menyampaikan, jika hasil ikan dari Biak ataupun Merauke di bawa ke Jakarta baru diekspor, itu sangat tidak efisien. "Saya ingin ikan dari Merauke dan Biak berangkat langsung ke Palau atau Darwin. Karena itu akan jauh lebih murah dan cepat tiba ke pembeli," kata Susi saat bertatap muka dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua dan Kabupaten serta para nelayan Merauke, di Merauke, Senin (20/3/2018). Ia katakan, perdagangan ikan dari Papua saat ini terlalu banyak kepentingan dan bisnis yang menguasai jalur logitik tengah, timur ke barat. "Sekarang ini ikan itu muter-muter dulu, dan tentu saja tidak mudah melepas perubahan dengan membuka Papua Selatan ke Australia, Papua Utara ke Palau," ujarnya. Ia menilai, jika ikan dari Papua langsung di bawa ke Darwin, maka anggaran orang Papua untuk membeli kebutuhan lainnya, seperti ayam akan jauh lebih murah. "Jadi sistemnya pergi bawa ikan, pulang bawa logistik lain," katanya. Menteri Susi meminta hal ini menjadi persoalan sekaligus pekerjaan rumah bersama, dan semua pihak harus terbuka karena orang Papua cinta NKRI. "Kami ingin membangun untuk orang Papua, jadi harus betul-betul membantu supaya masyarakat Papua tumbuh besar seperti kita-kita yang punya kemampuan dan kapasitas yang sama," ujarnya. Dengan pembangunan kelautan dan perikanan ini, dirinya berharap akan membesarkan setiap kabupaten, baik yang memiliki wilayah air maupun yang tidak memiliki air. "Kami akan membantu dengan Bioflok budidaya, seperti halnya kami ingin membantu Wamena dan Sarmi, karena saya tahu persis kondisi Papua," katanya. Dia menambahkan, pemerintah selalu berkomitmen sangat tinggi untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia. Untuk itu, apa yang sudah dilakukan jangan sampai dibalik lagi. "Jangan sampai perikanan kembali ke zaman dulu lagi. Oleh karena itu, semua ikan kalau wilayahnya Merauke, maka harus mendarat dulu di TPI Merauke dan adakan lelang jika pembeli cukup, kalau tidak ditampung oleh BUMD namun harus ditimbang pemerintah daerah harus mendapat retribusi," ujarnya. "Kasih kami 100 nelayan dari Merauke, saya bawa untuk latihan menangkap ikan di Cilacap atau di Sukabumi, Pelabuhan Ratu atau Pantura," sambungnya. (bams)
Bagikan artikel ini


