Menko PMK Himbau Bupati dan Pejabat Perhatikan Rakyatnya
AGATS - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)Puan Maharani meminta agar bupati dan pejabat agar jangan terlalusering
Bagikan
AGATS - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)Puan Maharani meminta agar bupati dan pejabat agar jangan terlalusering meninggalkan daerahnya. Puan Maharani juga mengimbau bupati danpejabat di kabupaten Asmat untuk lebih memperhatikan masyarakatnya danagar lebih sering berkunjung ke masyarakat agar mengetahuipermasalahan yang mereka hadapi.“Bupati dan pejabat Pemerintah Daerah harus mau turun ke lapangan agartahu permasalahan yang ada ditengah masyarakat. Gimana mau tahupermasalahan masyarakat kalau sering ke luar kota atau duduk manis,”kata Menko Puan dalam sambutannya saat pertemuan dengan Bupati danpejabat di Kabupaten Asmat di Gedung Wiyata Mandala, distrik Agats,Kabupaten Asmat, Kamis (22/2).Puan Maharani menegaskan, meski status KLB sudah dicabut, namunpenanganan kesehatan masih dilanjutkan dalam bentuk satuan tugasberjangka menengah dan panjang. Jangka menengah akan berakhir pada 31Desember 2018, sedangkan jangka panjang akan berlangsung hingga 2024.“Saya membawa semua Menteri guna melihat kondisi masyarakat walaupunstatus KLB campak dan gizi buruk sudah dicabut. Semua bantuan sudahtersalurkan dengan cukup baik dan kami akan melakukan evaluasi,” kataPuan.Sementara itu bupati Asmat Elisa Kambu pada kesempatan yang samamenjelaskan kondisi di Asmat saat ini sudah memasuki fase pemulihankesehatan pasca tanggap darurat dan pihaknya tengah melakukanpembenahan di Pemerintah Daerah.“Kondisi Asmat cukup unik karena berada di daerah rawa-rawa danbergantung pada sarana transportasi sungai. Jika mungkin KementerianPerhubungan memberi bantuan kapal guna mempermudah akses antar distrikyang lebih memadai,” kata Elisa Kambu.Dalam kunjungan ke Agats, Menko PMK Puan Maharani didampingi MenkesNila Moeloek, Mendikbud Muhadjir dan Mensos Idrus Marham serta KepalaStaf Presiden Moeldoko melakukan serangkaian kegiatan.Setiba di pelabuhan Feri Agast, Menko PMK bersama rombongan langsungmelepas keberangkatan bantuan kemanusiaan sebanyak 50 ton untuk wargadi distrik-distrik yang diangkut dengan kapal kayu.Selanjutnya rombongan meninjau kelayakan sumur bor dan melihat lokasipompa air untuk penyediaan air bersih bagi warga di Distrik Agats.Dari situ rombongan Menko PMK melakukan pemberian makanan tambahanuntuk ibu hamil dan balita dalam program 1000 hari pertama kehidupanmanusia di Pusat Pelayanan Gizi Buruk di Agats.Di pusat rombongan para menteri sempat berdialog dengan ibu-ibu. "Bagimama-mama yang sedang hamil dan sudah terdaftar bisa mendapatkanhaknya dari pemda sebesar 2 juta dan selanjutnya pertiga bulanmendapat 500 ribu. Sementara untuk anak sekolah pertiga bulan akanmendapat masing-masing untuk SD sebesar 400 ribu, untuk SMP sebesar700 ribu dan untuk SMA sebesar 1 juta,” kata Puan Maharani.Menko Puan juga mengingatkan kepada mama-mama saat memasak harussampai matang sebelum dimakan. “Mama-mama juga harus memperhatikankesehatan dan mengajari anak mencuci tangan sebelum makan. Ini pentingsupaya anak-anak paham pentingnya kebersihan,” kata Puan mengingatkan.Selanjutnya rombongan Menko PMK meninjau Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Agats dan sempat melihat kondisi penangan pasien gizi buruk danmelihat kondisi ruang perawatan pasien, serta melihat lingkungansekeliling bangunan RSUD.Sementara itu, Mensos Idrus Marham dalam sambutannya mengatakanKemensos telah memprogramkan pemberian Program PKH untuk 3.322keluarga dengan total nilai sebesar Rp6,62 miliar dan bantuan berasraskin sebanyak 172 ton. Untuk penyaluran PKH, kata Idrus, pihaknyasudah menyiapkan 52 orang pendamping dan saat ini sudah tersedia 32orang di Kabupaten Asmat.“Kemensos juga telah membentuk 6 kampung siaga bencana dan telahmenyiapkan dana kegiatan sebesar Rp2,27 miliar,” kata Idrus.
Bagikan artikel ini



