NABIRE - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Syarifudin, S.P., menegaskan komitmennya untuk memastikan sistem informasi penurunan stunting di wilayahnya tetap beroperasi secara berkelanjutan dan tidak hanya sekadar formalitas saat peluncuran. 

“Kami membangun komunikasi intensif dengan Dinas Kominfo Nabire untuk memastikan dukungan teknis dan infrastruktur data yang dibutuhkan agar sistem ini tetap terkelola serta terus terupdate," ujar Syarifudin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/07/2026).

Syarifudin menjelaskan, saat ini lokus aplikasi baru mencakup Distrik Nabire dan Nabire Barat, namun pihaknya memiliki visi untuk memperluas cakupan ke seluruh distrik di Kabupaten Nabire. 

“Harapannya, setelah aplikasi ini terbukti efektif, kami akan mengimplementasikannya ke seluruh distrik dengan dukungan penuh dari bapak bupati agar sistem ini menjadi budaya kerja bagi seluruh stakeholder terkait,” tambahnya.

Optimisme terhadap sistem ini didasari pada kemampuannya sebagai bank data yang akurat untuk intervensi stunting. “Data 'Siap Tebas Stunting' ini akan sangat membantu dinas-dinas terkait dalam memberikan bantuan yang tepat sasaran. Jika sistem ini berkembang ke 15 distrik, kita akan memiliki data lengkap sehingga petugas di lapangan bisa langsung mengetahui keluarga mana yang membutuhkan bantuan prioritas pada tahun berjalan,” jelasnya.

Menanggapi tantangan literasi digital dan kondisi geografis di tingkat lapangan, Syarifudin memastikan aplikasi tersebut dirancang dengan prinsip kemudahan penggunaan. 

“Kami sangat memikirkan masalah SDM di tingkat kampung. Oleh sebab itu, aplikasi ini dibuat tidak rumit. Cara pengoperasiannya sama seperti menggunakan HP biasa, ringkas dan tidak bertele-tele agar kader KB maupun petugas lapangan dapat dengan mudah mengoperasikannya,” tuturnya.

Terkait efektivitas pengambilan keputusan, sistem ini diklaim mampu menyajikan data secara real-time kepada pimpinan. “Ketika petugas lapangan mengisi data, informasi tersebut otomatis langsung terunggah ke sistem. Admin pusat tinggal membuka dasbor dan melihat hasilnya tanpa perlu menunggu laporan fisik atau kunjungan ke kantor, sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Sebagai penutup, Syarifudin berharap melalui integrasi sistem ini, upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Nabire dapat berjalan lebih terarah dan efisien. 

“Sistem ini dirancang untuk mempermudah alur kerja kita dari hulu hingga ke hilir, sehingga koordinasi antar instansi dalam menuntaskan persoalan stunting dapat terwujud dengan hasil yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (sam)