Menerawang Sosok KDH di Meepago (7)
Pilkada Serantak ‘Lahan’ Mantan Bupati NAMPAKNYA Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, khususnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Provinsi Papua Tengah (PPT) menjadi lahan rebutan beberapa mantan bupati di wilayah Meepago dan wilayah PPT lainnya.
Pilkada Serantak ‘Lahan’ Mantan Bupati
NAMPAKNYA Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, khususnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Provinsi Papua Tengah (PPT) menjadi lahan rebutan beberapa mantan bupati di wilayah Meepago dan wilayah PPT lainnya.
Disamping itu, tentu akan muncul dari politisi dan birokrat. Pilgub di Papua Tengah sebagai ajang adu kemampuan dan kepopuleran antar para mantan bupati,Pilgub Papua Tengah sebagai arena kompetisi para mantan bupati.
Menjadi arena kompetisi para mantan bupati, karena sudah mulai ramai dengan nama-nama para mantan bupati seperti Willem Wandik mantan Bupati Puncak, Isaias Douw mantan Bupati Nabire, Yakubus Dumupa mantan Bupati Dogiyai dan Meky Nawipa mantan Bupati Paniai. Sedikitnya, mantan Bupati Nabire sudah mengemuka lewat baliho sebagai tokoh masyarakat sebelum Pemilu serentak dalam rangka kampanye untuk Pemilu. Kini, Meky Nawipa muncul dengan memperkenalkan diri dengan Mepa.
Munculnya nama-nama mantan bupati ini juga tidak asal-asal. Sebab, Meky Nawipa sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah ada dukungan rekomendasi dari partai. Isaias Douw diprediksi akan didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karena sebagai Ketua Dewan Syuro Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Nabire dan Partai Golkar. Isaias juga dekat dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sedangkan Willem Wandik, tidak bisa dianggap enteng.
Karena Wandik bisa duduk sebagai Bupati Puncak karena diusung partai politik dan saat Pilpres, Wandik juga sebagai salah satu anggota tim kemenangan, tingkat nasional dari salah satu kandidat presiden.
Sementara Yakobus Dumupa sebagai Ketua Partai Gerindra di Papua Tengah, sehingga Gerindra sebagai modal bagi Dumupa. Ini arena para mantan bupati. Seandainya AP Youw masih muda, sebagai mantan Bupati Nabire dan Deklarator Pemekaran Provinsi Papua Tengah di Nabire pasti akan tercatat sebagai calon Gubernur Papua Tengah. Dan itu, bisa meraup suara terbanyak dan terpilih dengan sendirinya.
Ya, kenangan indah dan hasil karya menyentuh karena keberpihakan tercatat dalam perbincamgan warga. Empat nama mantan bupati yang mulai mengemuka sebagi figur bakal calon (balon) Gubernur Papua juga tentu ada kebaikan dan keberhasilan dan kekurangan/kekurangannya.
Karena masyarakat menilai dan mengukur layak tidaknya memimpin kabupaten selama 10 tahun bagi Isaias Douw di Nabire dan Wilem Wandik di Puncak serta selama lima tahun untuk Meky Nawipa di Paniai dan Yakobus Dumupa di Dogiyai.
Sekalipun ada modal dukungan partai bagi empat mantan bupati, sepertinya masih ada tambahan partai lainnya. Karena akan prosentase dukungan berupa rekomendasi partai yang dipenuhi setiap bakal calon yang akan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah sebagai calon dan peserta Pilgub Papua Tengah, November 2024. Mantan bupati siapa-siapa yang akan calon sebagai peserta Pilgub Papua Tengah perdana, kita tunggu saatnya.(frans tekege)
Bagikan artikel ini



