NABIRE – Tokoh masyarakat wilayah Meepago, Melkias Muyapa, secara langsung menyampaikan seruan kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah untuk bersatu dan bergandengan tangan menyukseskan Musyawarah Besar (Mubes) pemilihan Kepala Suku Besar Provinsi Papua Tengah didelapan kabupaten wilayah Meepago yang direncanakan berlangsung pada November mendatang, sesuai jadwal sementara.

Dalam pernyataannya, Melkias Muyapa mengungkapkan, koordinasi terkait penyelenggaraan Mubes ini telah dilakukan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah. 

Ia menekankan bahwa acara akbar ini merupakan kepentingan bersama yang bertujuan memilih satu kepala suku besar yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi aspek kehidupan masyarakat di delapan kabupaten di Papua Tengah.

"Marilah kita bersatu, bergandengan tangan untuk mensukseskan kepentingan bersama di acara Mubes pemilihan Kepala Suku Besar Provinsi Papua Tengah," ujar Melkias Muyapa kepada Papuapos Nabire, Selasa (21/10/25).

Sebagai tokoh intelektual, Muyupa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas fasilitasi yang diberikan dalam kegiatan Mubes ini. Dalam Mubes yang akan digelar oleh Pemprov Papua Tengah, perwakilan adat dari seluruh delapan kabupaten akan diundang untuk bermusyawarah.

Lebih lanjut, Melkias Muyapa juga menegaskan adanya perbedaan mendasar antara Lembaga Masyarakat Adat (LMA) yang dibentuk oleh Melkias Keiya dengan posisi kepala suku besar yang akan dipilih November nanti. Ia menekankan perlunya meluruskan pemahaman ini di tengah masyarakat.

"Lembaga Masyarakat Adat (LMA) yang dibentuk oleh Melkias Keiya itu LMA, bukan kepala suku besar wilayah Meepago yang terpilih. Kepala suku itu nanti akan dipilih, mari kita bergandengan tangan untuk meluruskan, LMA berbeda dengan kepala suku besar terpilih," tegas Muyapa.

Ia menjelaskan bahwa kepala suku besar akan lahir dan dipilih langsung berasal dari masyarakat akar rumput setelah Mubes dilaksanakan. Sementara LMA dipersilakan berjalan sebagai organisasi, namun ia mengingatkan bahwa lembaga adat tertinggi akan berada di bawah payung kepala suku besar.

"Lembaga hanya satu wadah, yaitu dalam hal ini di bawah payung kepala suku besar. Pemilihan dilakukan oleh masyarakat bawah, dipercayakan oleh masyarakat akar rumput, itu yang kami mau luruskan," tambahnya.

Melkias juga mengajak seluruh organisasi LMA yang telah terbentuk melalui Kesbangpol untuk bekerja sama dan menjalankan tugas sebagai organisasi yang diakui pemerintah. Sinergitas program antara pemerintah dan rakyat menjadi fokus utama agar seluruh pembangunan dapat berjalan, yang pada akhirnya akan menyejahterakan masyarakat di wilayah Meepago.

"Ini yang kami mau luruskan, mari kita satukan barisan agar seluruh pembangunan kita satukan, kita dorong supaya masyarakat juga sejahtera, pemerintah juga bisa dipercaya oleh masyarakat, begitu juga sebaliknya. Rakyat butuh pemerintah, begitupun pemerintah juga butuh rakyat,saya harap hal ini bisa diterima dengan baik oleh semua pihak," harap Melkias Muyapa.

Muyapa juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan dukungan bersama untuk menyukseskan Mubes pemilihan Kepala Suku Besar wilayah adat Meepago, Provinsi Papua Tengah nanti.(pal)