Melkias Keiya: Mau Papua Tengah dan Nabire Aman, Tata Dulu Kios Miras

NABIRE – Kembali, Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, meminta Gubernur Provinsi Papua Tengah dan Bupati Kabupaten Nabire agar mengambil langkah tegas soal peredaran Minuman Keras (Miras) berlebel maupun Minuman Lokal (Milo) yang marak beredar di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan kepala suku, jika Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire ingin adanya kedamaian di wilayah Papua Tengah. Sebab selaku kepala suku melihat semua masalah yang timbul dan meresahkan masyarakat itu sumbernya dari Miras, sehingga harus ada langkah strategis yang diambil.
Karena selaku kepala telah memiliki data di mana hampir di semua perempatan, pertigaan dan ruas jalan di kota hingga pinggiran kota sudah dibangun kios-kios Miras berlebel, tentunya ini para pemilik usaha kios minuman berlebel telah mengantongi ijin dari pemerintah.
Dikatakan Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago kepada Papuapos Nabire, Sabtu ((12/7/25), dirinya cuma mengingatkan pemerintah, jangan takut kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi harus berpikir bijak kedamaian itu sangat penting bagi seluruh masyarakat yang ada di daerah ini.
Untuk itu, Melkias secara pribadi menyadari, untuk menghilangkan Miras atau mencabut ijin Miras berlebel, tidak mungkin tetapi semua penjualan Miras berlebel perlu ditata kembali, agar jangan lagi di semua perempatan, pertigaan dan sudut jalan ada kios Miras berlebel, tetapi jual pada tempat-tempat khusus yang telah ditentukan agar mudah diawasi.
Apabila pemerintah sudah menertibkan Miras berlebel, maka langkah selanjutnya adalah menertibkan semua Milo yang beredar di daerah ini, karena menurutnya, Milo yang sumbernya dari pohon Bobo dan Enau tidak saja bisa disuling (masak) menjadi Minuman Cat Tikus (CT), tetapi bisa dibuatkan jadi gula merah.
Dan semua ini dapat ditanggapi dan ada langkah yang terbaik dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, juga dari Pemerintah Kabupaten Nabire. “Saya pikir akan ada kedamaian dan pemerintah tidak dipusingkan untuk mengurus masalah, tetapi pemerintah lebih fokus membangun daerah ini untuk lebih baik dan maju ke depannya,” pungkas Melkias Keiya.(des)
Bagikan artikel ini



