Melalui STQH I Papua Tengah 2025, Wagub Ingatkan Pentingnya Nilai Spiritual dan Kerukunan

NABIRE - Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) I Tingkat Provinsi Papua Tengah 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos.,M.Si, di Gedung Islamic Center, Jum'at (11/7/2025). Pembukaan kegiatan keagamaan yang sarat makna ini menjadi momentum penting bagi pengembangan nilai-nilai spiritual dan penguatan silaturahmi di Tanah Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Wagub Deinas Geley mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya STQH ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum krusial untuk menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup dan fondasi moral bagi generasi Papua Tengah.
"Tema yang diusung, yakni ‘Mewujudkan Generasi Unggul dan Bermartabat dalam Bingkai Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Papua Tengah’ sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah kita,” ujar Wagub Papua Tengah.
Ia berharap STQH ini mampu membangkitkan semangat generasi muda Muslim untuk mencintai, memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari serta melahirkan Qari dan Mufassir unggul yang akan membawa nama baik Papua Tengah di kancah nasional.
“STQH ini juga menjadi sarana untuk mencari peserta terbaik yang akan mewakili Papua Tengah pada STQH tingkat nasional yang tahun ini akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini menjadi kebangkitan semangat nasional dari tanah Papua Tengah,” tambahnya.

Wagub juga menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah kabupaten/kota, lembaga keagamaan maupun masyarakat. Ia menyebut bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata semangat moderasi beragama dan nilai-nilai kebangsaan yang harus terus ditanamkan demi Papua Tengah yang damai, terbuka dan cinta tanah air.
Sementara itu, Ketua Panitia STQH I, Hansari, S.Sos.,M.Si, menjelaskan pelaksanaan STQH ini didasarkan pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019, dengan tujuan meningkatkan kualitas bacaan, hafalan dan pemahaman hadist di kalangan masyarakat untuk membina generasi muda yang Qur'ani.
Hansari juga melaporkan bahwa rangkaian kegiatan STQH meliputi penjemputan kafilah di Bandara Douw Aturure bagi yang menggunakan pesawat dan di halaman kompleks Al-Falah bagi yang datang melalui jalur darat, orientasi dewan hakim serta Pawai Ta'aruf yang diikuti utusan dari tujuh kabupaten di Papua Tengah.
Terdapat 4 bidang dengan 18 cabang lomba yang akan dipertandingkan. Sebanyak 59 peserta akan berkompetisi, terdiri dari 28 putra dan 31 putri. Peserta berasal dari Kabupaten Nabire 10 peserta, Mimika 15 peserta, Paniai 4 peserta, Dogiyai 5 peserta, Deiyai 6 peserta, Puncak 8 peserta dan Puncak Jaya 9 peserta.

Selain itu, terdapat 73 orang offisial dan pendamping yang turut menyemarakkan kegiatan ini. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan rapat kerja pertama LPTQ Provinsi Papua Tengah.
Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, DPR Papua Tengah, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, Wakil Bupati Nabire, Ketua Kejaksaan Negeri Nabire serta pimpinan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi dan kabupaten/kota se-Papua Tengah. Turut hadir pula seluruh kontingen dari tujuh kabupaten, diantaranya Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Nabire, Mimika, Puncak dan Puncak Jaya.(sam/amd)
Bagikan artikel ini



