NABIRE - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr Roby Kayame, S.Km., M.Kes mengatakan, untuk mengefektifkan dan mengefisienkan rentang kendali pemerikasaan sampel Virus Corona di wilayah adat Mepagoo, Pemerintah Provinsi Papua akan siapkan 1 laboratorium sentral di Timika. Jarak antara provinsi dan Meepago (Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Nabire Paniai dan Intan Jaya) cukup jauh dan akses transpotasi yang sulit dijangkau sehingga mengalami keterlambatan dalam mengirim sampel tes swab ke Jayapura. Dengan pertimbangan itu dalam waktu dekat Pemprov Papua akan bangun 1 laboratorium sampel Covid-19 di Timika. “Kami tengah siapkan sayat-sayatnya untuk mendirikan Labkes Timika. Puji Tuhan sudah 95 persen sudah rampung sehingga dalam waktu dekat sudah siap laboratoriumnya di Timika untuk mendukung layanan pemeriksaan virus corona di Meepago,” tutur Roby Kayame kepada wartawan via telpon seluler, Minggu (19/4/20). Dikatakan Roby, tidak hanya menyiapkan loboratorium tapi, pihaknya  juga akan menyempurnakan teknis pemeriksaan virus corona dengan metode realtime Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal itu semata-mata untuk menlancarkan pemeriksaan. “Iya itu komitmen kami untuk mempercepat proses mengakhir pandemi Covid-19 di Provinsi Papua dan dengan tersedianya labkes lebih efektik dan  efensien dalam penanganan penyebaran covid-19 disana,” ujar Roby.  Dijelaskan Roby, metode pemeriksaan sampel virus corona yang akan dilakukan di laboratorium menggunakan metode PCR dengan mengambil sampel sediaan apus/swab tenggorok. Ada dua metode bisa dilakukan, yakni dengan menggunakan sampel darah dan pemeriksaan berbasis PCR dengan sampel sediaan apus/swab tenggorok. “Benar itu berdasarkan standar baku internasional, pemeriksaan PCR dari sampel apus tenggorok masih menjadi acuan untuk mendiagnosis paparan virus corona,”akunya. “Mudah-mudahan kedepan tidak seperti sekarang  sehinga dukungan labkes di Meepago ditargetkan  lebih efektif dan efesin dalam pemeriksaan sampel virus corona berbasis PCR,” imbuh Roby. (eby)