MBG Melalui SPPG Papua Tengah, Langkah Nyata Membangun Generasi Sehat dan Cerdas

NABIRE - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua Tengah terus menunjukkan capaian yang signifikan sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang menyampaikan Hingga akhir tahun 2025 pelaksanaan MBG di Papua Tengah telah menjangkau 46.871 penerima manfaat. Penerima manfaat tersebut terdiri dari 45.368 anak sekolah, serta 1.503 balita dan ibu hamil atau menyusui yang membutuhkan asupan gizi seimbang, untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan mereka.

Dari sisi operasional, saat ini telah beroperasi 30 SPPG yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Papua Tengah. Kehadiran SPPG ini tidak hanya memastikan distribusi makanan bergizi berjalan optimal, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan gizi berbasis wilayah.
"Selain berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, program MBG juga memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Tercatat, sebanyak 935 tenaga kerja baru telah terserap di seluruh SPPG yang beroperasi," kata Nalensius, Senin (29/12/2025).
Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi lokal. Seluruh Pemerintah Kabupaten di Provinsi Papua Tengah terus mengupayakan perluasan cakupan program MBG.
Nalensius menambahkan bahwasannya Kabupaten-kabupaten yang belum mendapatkan layanan MBG saat ini, sedang dalam tahap koordinasi dengan pemerintah kabupaten masing-masing. Diharapkan pada tahun 2026, seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah dapat menikmati manfaat dari program Makan Bergizi Gratis.

"Program MBG merupakan langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, kuat, cerdas, dan ceria. Melalui pemenuhan gizi yang lebih baik sejak dini, Papua Tengah berkontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (edi)
Bagikan artikel ini



