NABIRE – Pemerintah memprogramkan kegiatan vaksinasi bagi peserta didik yang telah berusia 12 hingga 17 tahun atau anak sekolah di bangku SMP, SMA dan SMK. Program ini dinilai sangat tepat di tengah wabah Covid-19 ini. Namun banyak orang tua murid dan masyarakat belum bisa memberikan ijin bagi putra dan putrinya untuk divaksin.   

Sehingga diharapkan adanya kehadiran tim Gugus cavid-19 tingkat kabupaten, tim kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire harus turun langsung guna memberikan sosialisasi bagi orang tua murid dan masyarakat.

Sebab berdasarkan data media ini di beberapa sekolah, terlihat dan terdata dengan jelas bahwa banyak orang tua tidak setuju dan menolak anak-anaknya divaksin.

Dan orang tua murid bersama masyarakat luas lebih percaya dengan adanya berita–berita hoax yang sedang berkembang di berbagai media sosial saat ini.

Seperti yang dialami Kepala Sekolah SMP YPBI Sion Samabusa dan beberapa sekolah lain. Yang mana telah melakukan sosialisasi langsung bersama orang tua murid. Tetapi orang tua murid menolak vaksin. Sehingga Kepala Sekolah SMP YPBI Sion Samabusa telah berkomitmen akan menyurati tim gugus, guna memberikan sosilaissai kepada orang tua murid.

Dirinya selaku kepala sekolah bersama dewan guru sangat mendukung kebijakan dan program pemerintah soal vaksinasi bagi peserta didik yang telah berusia 12 hingga 17 tahun. Namun semunya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan anak divaksin atau tidak sesungguhnya ada di tangan orang tua murid. Sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka telah dilaksanakan.(des)