NABIRE - Kepala Suku Mee Rayon Simapitowa bersama masyarakat Simapitowa mengisi epatobado dalam bentuk ebamukai bersama (alas tikar) untuk disumbangkan berupa atau dalam bentuk uang untuk mendukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Mesak Magai, S.Sos, M.Si dan Ismail Djamaluddin, yang dinilai benar putra asli Nabire kali ini mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nabire.

Hal ini disampaikan Yohanes Magai, SH, Minggu (29/11) siang, bertempat di Pasar SP II Nabire Barat.

Dikatakan, dukungan 5 distrik Nabire gunung, yakni Distrik Siriwo, Dipa, Menou, Topo dan Yaro Kibisai sebagai orang tua yang tinggal dan mendiami dilima distrik tersebut atas dukungan dan semangat untuk mengadakan sumbangan ebamukai sebagai bentuk rasa kepedulian dan motivasi dari orang tua.

  “Kami memberikan hak penuh kepada anak kekasih kami Mesak Magai dan Ismail Djamalufdin untuk memimpin lima tahun kedepan di Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Kegiatan ebamukai harus dilaksanakan hal ini disampaikan oleh Kepala Suku Mee Rayon Simapitowa, Fabianus Tebai di sela-sela kegiatan alas tikar bersama bertempat di kediaman Paslon nomor urut 2 Mesak Magai, Putaran Satu Kalibobo, Sabtu (28/11).

  Di kesempatan itu wakili 5 distrik, Tadius Madai menyampaikan orasi politik dukungan kandidat nomor urut 2.

Katanya, kali ini kita anak asli Nabire sendiri yang pimpin.

Hari ini kami tidak punya modal uang, mobil dan motor, tetapi hari ini pasangan calon nomor urut 02  Mesi dia ada modal suara untuk 5 distrik Nabire gunung dan juga di distrik lainya.

  “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire, mari merapatkan barisan untuk bersama-sama mendukung pasangan calon nomor urut 2 dengan visi dan misinya sudah jelas Nabire perubahan, maka dialah yang layak memimpin Nabire 5 tahun mendatang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mesak Magai menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Simapitowa 5 distrik Nabire gunung untuk mendukungnya mengadakan kegiatan ebamukai bersama untuk disumbangkan uang dalam bentuk dukungan nanti Tuhan yang membalasnya.

Jika selama ini di Nabire orang lain yang pimpin hingga kesejahteraan masyarakat, yaitu pendidikan, kesehatan, insfrastruktur dan semua bidang terpuruk.

Apalagi distrik yang daerah-daerah terpencil seperti lima distrik Nabire gunung maupun kepulauan.

Nabire sebagai salah satu kota sentral di wilayah pegunungan tengah di Papua sehingga dulu dikenal dijuluki sebagai kota singkong, kota emas dan sebagainya. 

“Sehingga visi dan misi saya kedepannya semua harus dirubah menjadi Nabire yang lebih baik,” pungkasnya. (modes)