NABIRE – Sejumlah massa, Senin (7/8/23), menggelar aksi demo damai kepada Tim seleksi calon anggota KPU Kabupaten Provinsi Papua Tengah, di seputar Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Nabire. Massa menuntut pembatalan hasil Keputusan Timsel No: 025/TIMSELKK-GEL.7-Pu/02/94-1/2023 tentang hasil penelitian administrasi bakal calon anggota KPU Kabupaten Provinsi Papua Tengah periode 2023-2028. 

Ada sejumlah poin yang dituntut massa yang berasal dari Kabupaten Puncak Jaya dibawah koordinator Yundius Gire. Diantaranya, Timsel harus membuktikan kriteria penilaian administrasi. Tahapan-tahapan seleksi KPU harus dihentikan sebelum dibuktikan. Timsel terindikasi memihak. 

Selain itu, sejumlah poin lainnya yang disampaikan massa, meminta KPU RI dan KPU Provinsi untuk klarifikasi kinerja Timsel yang dinilai tidak profesional.

“Kami menggugat hasil keputusan Timsel. uncak Jaya terdiri dari 26 distrik, namun yang lolos administrasi dari 2 distrikk Mulia Kota dan Muara. Timsel membuktikan dokumen 14 calon yang diloloskan. Daftar 56 orang dengan dokumen lengkap namun yang lolos hanya 14 orang,

kami minta KPU RI ganti Timsel (Zona 1),” tulis mereka yang tertuang dalam sejumlah point tuntutan.

Saat dikonfirmasi Papuapos Nabire, Ketua Timsel, Febe Retno Kristianti, S.Psi, membenarkan adanya aksi demo oleh sejumlah massa itu. Kata Febe, massa menuntut agar proses seleksi bagi peserta dari Kabupaten Puncak Jaya dihentikan. Mereka merasa bahwa mereka digugurkan dalam proses seleksi administrasi secara tidak adil.

“Saya sampaikan bahwa menghentikan proses seleksi yang sedang berlangsung bukan merupakan kewenangan kami. Intinya saya menyarankan agar pendemo melayangkan pengaduan masyarakat. Pihak KPU RI akan meminta keterangan kami demi memutuskan apakah proses seleksi terus berjalan atau kewenangan kami diambil alih oleh KPU RI apabila kami dianggap telah melakukan wanprestasi,” ujarnya.


Lakukan Tes Tertulis


Sementara itu, sesuai jadwal, tes tertulis Metode Computer Assisted Test (CAT) digelar Senin (7/8/23) di ruang laboratorium komputer Akademi Keperawatan (AKPER) Nabire. Sementara untuk tes psikologi akan digelar Selasa (8/8/23) dan Rabu (9/8/23) di tempat yang sama.

Data dari hasil seleksi administrasi, KPU Kabupaten Dogiyai periode 2023-2024 yang dinyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 34 orang, dimana 5 diantaranya adalah perempuan. KPU Kabupaten Puncak periode 2023-2024 sebanyak 70 orang, dimana 2 diantaranya adalah perempuan. KPU Kabupaten Puncak Jaya periode 2023-2024 sebanyak 14 orang, semuanya laki-laki. Dan KPU Kabupaten Nabire periode 2023-2024 sebanyak 85 orang, dimana 10 orang diantaranya adalah perempuan. (ros)