NABIRE - Marsel Asyerem mengingatkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Nabire agar memastikan data penerima manfaat kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita) yang dilaporkan benar-benar tepat sasaran, akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurut Marsel Asyerem, kualitas data menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, setiap data yang disampaikan harus melalui proses verifikasi dan validasi yang baik untuk menghindari adanya data fiktif, data ganda maupun penerima yang tidak memenuhi kriteria.

“Data 3B yang dilaporkan harus nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada data yang tidak sesuai kondisi lapangan karena hal tersebut dapat menghambat program dan merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat,” tegas Marsel.

Ia juga mendorong agar seluruh kepala SPPG berkoordinasi dengan BKKBN, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kepala desa serta aparat kampung dalam proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan seluruh data penerima manfaat 3B di Kabupaten Nabire dapat tersusun secara akurat sehingga program pemerintah dapat berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran.

Marsel Asyerem menegaskan integritas data merupakan tanggung jawab bersama. Dengan data yang valid dan terpercaya, pelayanan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan Balita dapat diberikan secara optimal untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas di Papua Tengah. (agustinus)