Mahasiswa Prodi Peternakan Gelar Pengobatan Ternak Sapi
NABIRE - Sejumlah mahasiswa program study (Prodi) Peternakan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire melakukan praktek lapangan selama sehari di Kampung Wanggar Makmur Distrik Wanggar. Praktek mahasiswa prodi peternakan sasarannya adalah mengobatan terhadap ternak s
Bagikan
NABIRE - Sejumlah mahasiswa program study (Prodi) Peternakan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire melakukan praktek lapangan selama sehari di Kampung Wanggar Makmur Distrik Wanggar. Praktek mahasiswa prodi peternakan sasarannya adalah mengobatan terhadap ternak sapi berupa pemberian vitamin, suntik cacingan juga melakukan pemyemprotan pada bagian luka.
Ketua Program study Peternakan pada Fapertanak USWIM Nabire, Merry Simanjuntak, S.Pt.,M.Si mengatakan, mahasiswa yang melakukan praktek pengobatan terhadap ternak sapi di Kampung Wanggar Makmur adalah mahasiswa semester V dan perwakilan mahasiswa semester III. “Bukan hanya teori saja yang mahasiswa terima akan tetapi mereka juga harus bisa melakukan praktek di lapangan. Oleh karena itu, anak-anak kami ini pada hari ini melakukan pengobatan terhadap ternak sapi. Pengobatan ternak sapi sudah pasti akan dipandu oleh tenaga teknis Dinas Peternakan Kabupaten Nabire juga oleh dosen yang memberikan materi di bangku kuliah,” ujar Merry kepada media ini di sela-sela kegiatan pengobatan ternak sapi tersebut.Dekan Fapertanak USWIM Nabire, Ir. Stepanus Tumbal,M.Si kepada mahasiswanya dan kepada peternak sapi di Kampung Wanggar Makmur memberikan penjelasan tentang ciri-ciri sapi yang kurang sehat.”Ciri yang mendasar sapi yang tidak sehat adalah terlihat kurus, kemudian bulunya berdiri tegak. Jadi kalau sapi yang cacingan tampak tidak segar kemudian tanda-tanda lain yang diikutinya adalah menceret yang mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ujar Tumbal.Sementara itu, pantauan media di lokasi pengobatan, tak sedikit ternak sapi yang diantar oleh peternak sapi agar selanjutnya mendapat perawatan dari mahasiswa maupun dosen dan juga oleh petugas dinas peternakan. Sebelum mahasiswa melakukan tindakan, terlebih dahulu mendapat penjelasan dari dua orang petugas dinas peternakan soal jenis obat dan takaran obat yang harus diberikan terhadap ternak sapi. (rik)
Bagikan artikel ini



