NABIRE – Untuk merumuskan arah dan program kerja ke depan dalam kerangka membawa perubahan positif pengembangan tilawatil Qur'an di Papua Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah mengawali dengan Rapat Kerja (Raker) Pertama, di Hotel JDF, Nabire, pada Sabtu (12/07/25). 

Ketua Umum LPTQ Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos.,MKP, mengatakan, Raker tersebut merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mengevaluasi program kerja PT. KWI yang baru terbentuk lebih dari satu tahun. 

"Kita membicarakan mengenai program jangka pendek, jangka panjang dan kita menempatkan jangka pendek di LPTQ ke depan," ujar Ukkas kepada wartawan Papupos Nabire.

Dikatakan Ukkas, Raker ini lebih fokus untuk evaluasi mendalam terhadap program kerja yang telah berjalan, serta perumusan program kerja baru. Selain itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sorotan.

“Iya, SDM itu mencakup pengurus, pelatih dan Qori-Qoriah LPTQ. Sinergi dengan pihak terkait, khususnya tokoh agama, FKUB dan pemerintah daerah, juga menjadi agenda penting untuk memastikan dukungan penuh bagi kegiatan LPTQ,” jelasnya.

Ukkas mengaku, walapun provinsi baru, LPTQ Papua Tengah terdepan dalam pemanfaatan teknologi informasi karena LPTQ empat provinsi belum mengunakan sisitim digital. Sedangkan LPTQ Papua sebagai induk sudah menggunakan sistim digital. 

"Se-tahan Papua ini, baru dua yang menggunakan sistem digital dalam penilaian, pendaftaran, sampai pelaksanaan LPTQ, yaitu Papua dan Papua Tengah. Empat provinsi lain itu masih belum," terang Ukkas.

Sistem digital yang digunakan LPTQ untuk mengaskses pendaftaran peserta yang sudah terintegrasi dengan database pusat. Ukkas mencontohkan, jika ada peserta yang pernah terdaftar di daerah lain dan belum memenuhi syarat minimal bermukim enam bulan di Papua Tengah, sistem akan secara otomatis mendeteksinya, memastikan regulasi lomba dipatuhi dengan ketat.

Selain pendaftaran, dikatakan Ukas, LPTQ Papua Tengah berambisi untuk menerapkan penilaian berbasis komputer di masa mendatang, di mana data dan nilai akan langsung keluar secara otomatis, memberikan akuntabilitas dan transparansi yang lebih baik.

Oleh karena itu, dalam Raker tersebut Ukkas berharap, menghasilkan program-program kerja jangka pendek dan menengah terutama dalam pembinaan dan pengembangan teknologi informasi di era digital ini. 

“Itu menjadi prioritas agar LPTQ dapat memanfaatkan inovasi untuk kemajuan organisasi kedepan,” kata Ukkas.

Menurut Ukkas, regenerasi dewan hakim juga menjadi perhatian utama, mengingat banyak dewan hakim yang senior. LPTQ berharap dapat mencetak generasi baru yang berkualitas untuk melanjutkan estafet pembinaan tilawah Al-Qur'an. 

“Pembentukan LPTQ hingga tingkat distrik juga diupayakan untuk memperluas jangkauan dan pembinaan di seluruh wilayah Papua Tengah,” imbuhnya. 

Agar semua dapat berjalan dengan baik, Ukkas mengaku, saat ini pihaknya sedang berupaya menghubungi pihak-pihak terkait di Kabupaten Intan Jaya, yang merupakan satu-satunya kabupaten yang belum memiliki LPTQ. 

“Satu dari delapan kabupaten di Papua tengah, Intan Jaya yang belum terbentuk sehingga kami sedang berupaya menghubungi pihak terkait di sana,” akunya.

Agar diketahui, Raker pertama ini dihadiri oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama dari delapan kabupaten di Papua Tengah serta para Ketua Kafilah.(sam/amd)