LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsolidasi dan Matangkan Persiapan Jelang Pesparawi Nasional 2026

NABIRE - Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Konsultasi Program Pesparawi Se-Provinsi Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Jumat (5/12/2025). Pertemuan ini bertujuan mengkonsolidasikan program Pesparawi di tingkat provinsi dan kabupaten serta mematangkan persiapan menjelang Pesparawi Nasional XIV tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Pelaksana konsultasi, Fredi M. Edowai, SE., MDP, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh peserta, termasuk perwakilan LPPD dari delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah: Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, yang berjumlah kurang lebih 50 orang.
Rapat Konsultasi ini terpaksa dilaksanakan sebagai pengganti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang belum dapat dilakukan karena pengurus LPPD Provinsi Papua Tengah hingga saat ini belum dilantik. Namun, desakan program yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, khususnya menjelang Pesparawi Nasional, menjadikan rapat konsultasi ini sangat mendesak.
Tujuan utama kegiatan hari ini adalah untuk mengkonsultasikan program Pesparawi di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten, serta melakukan konsolidasi dan komunikasi internal pengurus LPPD se-Papua Tengah ke depan. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Swadaya inisiatif beberapa pengurus LPPD yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur.
Fredi M. Edowai juga menyampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. LPPD Provinsi Papua Tengah telah resmi terdaftar sebagai anggota LPP Nasional dan akan berpartisipasi di Pesparawi Nasional XIV yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Kontingen Papua Tengah akan berlomba dalam 12 kategori yang diwakili oleh tiga kabupaten, yakni 2 kategori dari Kabupaten Mimika, 5 kategori dari Kabupaten Puncak, dan 5 kategori dari Kabupaten Nabire. Oleh karena itu, ia memohon perhatian dan dukungan penuh dari pimpinan ketiga kabupaten tersebut agar tim daerah dapat mengikuti lomba di tingkat nasional.
Selain itu, Fredi juga mengingatkan bahwa berdasarkan Keputusan Rakerda sebelumnya, Nabire akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Papua Tengah pada tahun 2027. Permintaan dukungan ini ditujukan kepada semua pihak yang hadir agar kegiatan besar di tahun 2027 dapat berlangsung dengan sukses.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Pdt. Robert Wopairi, S.Th, yang mewakili Gubernur sekaligus membuka kegiatan, menekankan perlunya kesatuan barisan dan kolaborasi yang proaktif antara LPPD dengan Kementerian Agama, yang ia sebut sebagai "pemilik barang" dari Pesparawi. Ia juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi dan penyusunan program kerja yang matang.
Pdt. Robert Wopairi mengingatkan bahwa LPPD adalah lembaga yang sakral, di mana puji-pujian yang dinaikkan akan membawa kehadiran Tuhan. Ia meminta LPPD Kabupaten agar menyosialisasikan aturan dasar dan program kerja kepada para Bupati untuk menghindari kendala administrasi dan keuangan di kemudian hari.
Sementara itu, Yasor Victor Sawo, Ketua I LPPD Kabupaten Nabire, menambahkan bahwa agenda konsultasi ini berfokus pada dua event besar: Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari, di mana tiga kabupaten akan mewakili provinsi, dan penetapan Nabire sebagai tuan rumah Pesparawi tingkat Provinsi Papua Tengah pada tahun 2027.
Rapat Konsultasi ini menjadi langkah strategis bagi LPPD Provinsi Papua Tengah untuk memastikan kesiapan kontingen, mengkonsolidasikan organisasi, dan mendorong dukungan pemerintah daerah menjelang perhelatan akbar Pesparawi Nasional 2026 dan persiapan sebagai tuan rumah di tahun 2027.(sam)
Bagikan artikel ini


