Lomba Dayung Tradisional Melestarikan Warisan Leluhur

NABIRE - Lomba Dayung Tradisional Kabupaten Nabire Tahun 2025 resmi dibuka, ditandai dengan semangat membara untuk menjaga warisan maritim leluhur. Kegiatan yang dipusatkan di Obyek Wisata Pantai Gedo, Selasa (04/11/2025) ini mengusung tema yang sarat makna, ‘Lestarikan Olahraga Tradisional untuk Anak Cucu Kita’.
Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nabire, Martina Deba, S.E., dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan biasa.
"Hari ini kita laksanakan kegiatan dayung tradisional dengan tema lestarikan olahraga tradisional untuk anak cucu kita," ujar Martina, mengawali penjelasannya.
#Misi Pelestarian Budaya dan Potensi Wisata

Menurut Martina Deba, dipilihnya Pantai Gedo sebagai Lokasi penyelenggaraan adalah langkah strategis. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan menggali potensi cerita rakyat serta pariwisata yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.
"Kegiatan ini kenapa kami laksanakan di obyek wisata Pantai Gedo? Karena tujuannya kita melestarikan, menggali potensi yang ada di masyarakat," jelasnya.
Martina menyoroti adanya pergeseran nilai-nilai budaya yang perlu diatasi. Ia menekankan pentingnya menyampaikan kepada generasi muda bahwa perahu tradisional dulunya adalah sarana utama orang tua mencari nafkah.
"Kita sampaikan ke anak cucu kita bahwa tempo orang tua kita, kita hidup mencari nafkah dengan perahu tradisional seperti ini. Jadi, kita tidak boleh lupa melestarikan apa yang ditinggalkan oleh leluhur kita," pesannya penuh harap.
Kegiatan yang dibiayai dari DPA Disbudporapar ini juga bertujuan menjadikan dayung tradisional sebagai salah satu pelestarian nilai-nilai budaya di obyek wisata Gedo, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pelaku pariwisata.
Total peserta lomba pun menunjukkan antusiasme yang tinggi. Martina melaporkan kepada Wakil Bupati Nabire bahwa ada 13 regu peserta putri dan 24 regu peserta putra yang siap bertanding.
#Dayung: Simbol Kebersamaan dan Identitas Maritim

Mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, secara resmi membuka perlombaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi makna mendalam dari olahraga dayung.
"Kegiatan lomba dayung tradisional ini bukan sekadar ajang perlombaan dan hiburan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah upaya nyata untuk melestarikan warisan budaya dan tradisi maritim yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Nabire," tegas Wakil Bupati Nabire.
Burhanuddin Pawennari menyebut dayung tradisional sebagai simbol kerja sama, ketangkasan dan semangat kebersamaan. Di setiap kayuhan, tersimpan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, sportivitas dan persaudaraan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menanamkan rasa cinta terhadap tradisi dan membangkitkan semangat olahraga di kalangan anak-anak muda Nabire, memastikan mereka tidak melupakan akar budaya mereka.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire adalah untuk terus mengembangkan olahraga tradisional dan olahraga prestasi secara seimbang. Wakil bupati berharap lomba ini dapat digelar setiap tahun, memperkuat persatuan dan menghidupkan ekonomi masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Nabire berpesan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan lomba ini sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga Nabire.
"Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, saya nyatakan Lomba Dayung Tradisional Kabupaten Nabire Tahun 2025 secara resmi dibuka. Salam olahraga, Dayung...maju terus!" tutup H. Burhanuddin, disambut tepuk tangan meriah.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Danramil, Kapolsek Kota, Ketua KNPI Nabire serta seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.(sam)
Bagikan artikel ini



