NABIRE – Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) K. H. Ma’ruf Amin menitipkan lima pesan saat melakukan peletakan batu pertama dan penanaman pohon dalam rangka penetapan lokasi pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, di Kampung Wanggar Makmur, Distrik Wanggar, Kamis (13/7/23) kemarin. 

Kelima pesan Wapres RI, pertama, dirinya mengajak seluruh penduduk Papua Tengah untuk menyatukan hati, memajukan langkah, dan memperkuat strategi guna membawa kebaikan bersama, kemajuan bersama, dan kesejahteraan bersama jadikan Papua Tengah untuk semua. 

Kedua, jadikan momentum peletakan batu pertama sebagai komitmen untuk mempercepat perjalanan dan pembangunan kawasan ini, wujudkan pemerintah yang senantiasa hadir dan layanilah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. 

Ketiga, meminta sentral kawasan Pemerintahan Provinsi Papua Tengah tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan semata. Tetapi juga pusat seni budaya, fungsi ruang terbuka hijau, fungsi olah raga, fungsi interaksi sosial dari penduduk yang beragam di Provinsi Papua Tengah. 

Keempat, mengajak kita terus bergandengan tangan baik pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan maupun berbagai kelompok strategis percepatan pembangunan Provinsi Papua Tengah yang lebih baik dan akan lebih mudah terwujut jika kita menjaga kebersamaan. 

Kelima, meminta lembaga, kementrian dan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinerji, koordinasi, dan kolaborasi. Pastikan iplementasi agenda program kegiatan strategi, dapat menyentuh masyarakat asli Papua di berbagai pelosok di Provinsi Papua Tengah.

“Kami semua telah bersepakat bahwa kehadiran provinsi baru adalah langkah terbaik untuk melanjutkan pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan dalam semangat otonomi kusus. Akhirnya saya titipkan penyampaian pembangunan di Papua Tengah ini kepada seluruh pemerintah daerah bersama dengan semua komponen masyarakat Papua Tengah. Mari tingkatkan pembangunan di Tanah Papua khusunya di Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. 


Wapres RI Peletakan Batu dan Tanam Pohon


Dalam kunjungan kerjanya di Nabire, Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) K. H. Ma’ruf Amin melakukan peletakan batu pertama dan penanaman pohon dalam rangka penetapan lokasi pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, di Kampung Wanggar Makmur, Distrik Wanggar, Kamis (13/7/23) kemarin.

Kunjungan Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) K. H. Ma’ruf Amin bersama ibu wakil presiden di lokasi didampingi Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM dan delapan bupati di wilayah Provinsi Papua Tengah, Forkopimda beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wapres RI mengatakan, dirinya berbahagia dapat berkunjung dan menginjakkan kaki di Kabupaten Nabire, ibukota Provinsi Papua Tengah. Dirinya atas nama pemerintah berterimakasih kepada jajaran Kemendagri, Komisi II DPR RI, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, masyarakat adat Nabire, dan para pemilik lahan yang telah duduk bersama demi mewujudkan kebaikan bersama untuk Papua Tengah.

“Kebersamaan yang terjadi kiranya dapat memperkokoh fondasi kerja untuk segera merampungkan perencanaan dan pembangunan kawasan sentral perkantoran baru yang bernuansa kearifan lokal teknik dan bijak,” ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan Wapres RI, ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran merupakan salah satu simbol kehadiran negara untuk menjalankan fungsi pelayanan publik, kemasyarakatan dan pembangunan. Agar upaya kita menjelma nyata dalam kemajuan dan kesejahteraan di Tanah Papua khususnya di Papua Tengah.   

Sementara itu, rilis resmi dari Panitia Kunjungan Kerja Wakil Presiden di Provinsi Papua Tengah, menyebutkan, peletakan batu pertama dan penanaman pohon dalam rangka penetapan l[okasi pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 pada tanggal 25 Juli 2022, dengan Ibukota di Kabupaten Nabire.

Posisi Nabire dipandang strategis karena berada di titik sentral antara 7 (tujuh) Kabupaten Cakupan Wilayah, sehingga menjadi hub penghubung transportasi darat, laut dan udara. Letak geografis Nabire sebagai Ibukota Provinsi juga bertujuan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan pelayanan publik.

Setelah 8 bulan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Papua Tengah dilaksanakan, hari ini Wapres meletakkan batu pertama dalam rangka penetapan lokasi pusat pemerintahan.

Momentum peletakan batu pertama dan penanaman pohon merupakan symbol penetapan lokasi pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah. Pohon Matoa adalah tumbuhan yang secara alami tumbuh di hutan tropis basah Papua sehingga menjadi ciri khas jenis flora dari tanah Papua.

Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kampung Wanggar Makmur Karadiri Nabire dengan luas 300 Hektar. Dalam laporannya ke Wapres, Ribka Haluk, Pj. Gubernur Papua Tengah menyampaikan bahwa untuk proses penyiapan lahan pusat pemerintahan didasari pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 Dan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional Nomor 19 Tahun 2021 telah menyelesaikan tahap persiapan pengadaan tanah yakni penetapan lokasi pusat pemerintahan yang kita lakukan hari ini.

Selanjutnya memasuki tahap pelaksanaan dimana pada tahapan ini akan dilaksanakan oleh BPN/ATR, meliputi, identifikasi dan verifikasi, penilaian ganti kerugian, musyawarah, pemberian ganti kerugian, pelepasan tanah instansi.

Sesuai dengan jadwal yang ada, direncanakan proses pembayaran ganti kerugian lahan akan direalisasikan pada minggu ke IV bulan Juli Tahun 2023. Kawasan pusat pemerintahan yang mengedepankan konsep pembangunan smart dan green city ini diharapkan tetap melakukan pembangunan yang ramah terhadap kelestarian lingkungan hidup. (rob)