Lima Marga Asli Nabire Terancam Punah
NABIRE – Lima marga dari penduduk asli di Kabupaten Nabire terancam punah. Sementara beberapa marga lagi diperingkat ambang puna
Bagikan
NABIRE – Lima marga dari penduduk asli di Kabupaten Nabire terancam punah. Sementara beberapa marga lagi diperingkat ambang punah. Kehilangan marga orang asli ini terungkap lewat pendataan Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Nabire dalam tahun 2018 lalu.Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Nabire, Anton Pekei, S.Sos di ruang kerjanya, Jumat (21/6) mengatakan sesuai data penduduk orang asli Papua di Kabupaten Nabire tahun 2018, terdapat lima marga masuk kategori sebagai marga terancam punah. Karena, dari 97 marga OAP yang menghuni Kabupaten Nabire, lima marga diantaranya kini hanya tertinggal perempuan, tidak ada lagi laki-laki pemilik dari lima marga tersebut. Lima marga yang mulai punah tersebut seperti marga Warimuna dan Emawi.Pekei mengungkap, dari lima marga yang mulai punah, terbanyak dari marga di kawasan pesisir dan kepulauan. Sementara itu, ada beberapa marga lainnya juga diambang punah karena hanya tertinggal beberapa orang.Oleh sebab itu, ia menambahkan, untuk menyelamatkan lima marga yang terancam punah dan diambang punah, perlu ada langkah-langkah penyelamatan OAP oleh pemerintah daerah. Sebelum punah, pemerintah diharapkan untuk mencari solusi yang terbaik demi menyelamatkan orang asli Papua di daerah ini. Karena tugas pemerintah untuk menyelamatkan warganya.Menurutnya, lima marga yang terancam punah ini pemerintah perlu membina dan memfasilitasi mereka supaya tidak langsung punah. Ada perlakuan khusus yang perlu diberikan kepada marga yang terancam punah dan diambang punah untuk menyelamatkan warga. Sebab kalau tidak, lima marga bersama beberapa marga diambang punah akan punah di tengah-tengah kita yang lain.Ia mencontoh pengalaman Kota Jayapura. Walikota, Tommy Benhur Mano memberikan perhatian khusus kepada satu marga yang hanya tinggal perempuan, tidak ada lagi laki-laki dari marga yang bersangkutan. Walikota melalui kebijakannya, pemerintah kota memfasilitasi marga yang tersisa hanya perempuan secara khusus.Pola seperti ini, kata Pekei, perlu diberikan juga kepada lima marga yang terancam di daerah ini untuk menyelamatkan OAP dari kepunahan di daerah ini.(ans)
Bagikan artikel ini



