NABIRE - Selama tahun 2029 Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Nabire, Anton Pekey, S.Sos berupaya melakukan lobi-lobi ke Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat guna mewujudkan impiannya, yakni pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) bagi masyarakat wilayah Meepago berkedudukan di Kabupaten Nabire.

Sebab hingga jelang akhir tahun 2020 ini jumlah angka Pencari Kerja (Pencaker) untuk Nabire berjumlah 5000 orang.

Sehingga dengan angka Pencaker yang dinilai cukup tinggi ini membuat dirinya terus melakukan loby-loby yang dilampirkan dengan proposal, karena hingga saat tanah atau lokasi telah tersedia dengan luas tanah 5 Ha yang kini dalam tahapan pengusulan pembuatan sertifikat tanah.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire Anton Pekey, S.Sos kepada Papuapos Nabire akhir pekan ini seraya menambahkan, sesuai dengan ketentuan Undang–Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Yang mana disebutkan, pelatihan dapat diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan potensi kerja guna meningkatkan produktifitas dan kesehatan tenaga kerja.

“Kita Pemerintah Kabupaten Nabire telah menyiapkan tanah yang sangat luas  dengan sebutan tanah untuk pembangunan BLK, namun tidak ada upaya dan perjuangan yang keras dari kita, maka tanah itu tidak akan difungsikannya,” ungkapnya.

Untuk itu, selaku kepala dinas terus berjuang semenjak awal tahun 2020 hingga saat ini jelang akhir tahun dan ini tidak mengurangi niatnya, sehingga jika tahun ini tidak ada jawaban, pasti dirinya akan kembali perjuangkan lagi di tahun 2021 yang akan datang.

Sebab, kita bicara soal angka kerja yang terampil tentunya harus dibarengi dengan penyiapan BLK agar para Pencaker ini sebelum diterjunkan pada dunia kerja atau diserap pada dunia kerja perlu dilakukan pelatihan –pelatihan agar mereka punya dasar dan kemampuan skil yang lebih baik.(des)