NABIRE - Untuk ketiga kalinya, Laskar Merah Putih bahu membahu dengan masyarakat sekitar untuk memperbaiki jembatan darurat Kali Nabire. Laskar Merah Putih dibantu pasukan ojek Helm Putih dibawah pimpinan Muiz memperbaiki jembatan darurat Kali Nabire setelah putus beberapa bulan lalu. Saat dikonfirmasi, Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Nabire Joko Santoso didampingi Ketua Ojek Helm Putih Muiz mengatakan, pembuatan dan perbaikan Jembatan Kali Nabire berangkat dari keprihatinan akan masyarakat yang hendak melintas untuk beraktivitas.“Kita berangkat dari rasa prihatin, bagaimana tidak jembatan penghubung salah satu jalur utama Nabire terputus. Kendaraan terpaksa harus memutar lewat Kalibobo dan itu cukup jauh. Aktivitas para pedagang juga mengalami kendala karena sarana transportasi, dan ini tentu juga menggangu aktivitas para pegawai baik di lingkungan pemerintah maupun kantor-kantor dan sekolah-sekolah,” tuturnya.Atas dasar itu, ungkap Joko Santoso, Laskar Merah Putih turun untuk membuat jembatan darurat agar bisa dilewati kendaraan.“Ini sudah ketiga kalinya kita turun untuk memperbaiki jembatan darurat Kali Nabire. Pertama kita buat jembatan darurat namun karena banyaknya kendaraan besar seperti truck yang membawa muatan berat sehingga jembatan darurat rusak. Kembali lalu lintas kendaraan tersendat. Kita turun kedua kali untuk memperbaikinya,” tuturnya.“Namun lagi-lagi harus rusak karena alasan serupa. Dan ini yang ketiga kali kita turun memperbaikinya lagi,” tandasnya.*Berpengaruh Pada PerekonomianRusaknya Jembatan Kali Nabire tentu sangat berdampak pada perekonomian Nabire utamanya di wilayah sekitar itu. Para pedagang merasa sangat dirugikan dengan terputusnya jembatan itu.Kata Joko Santoso, walaupun hanya berupa jembatan darurat namun banyak masyarakat yang telah merasakan manfaatnya. “Banyak para pedagang yang mengucapkan terima kasih kepada kami karena merasa cukup terbantu dengan adanya jembatan darurat ini,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Joko Santoso mengharapkan agar kendaraan besar seperti truck dengan muatan berat untuk tidak melintasai jembatan darurat itu, karena akan menimbulkan kerusakan yang sangat cepat. Para supir disarankan lebih baik memutar lewat Kalibobo.“Kami tidak melarang karena siapapun mempunyai hak untuk lewat disini. Kami hanya sekedar meminta pengertian para supir truck bermuatan berat untuk melintas memutar agar keberadaan jembatan darurat ini lebih awet,” ungkapnya. (iing elsa)