Kunjungi SMK 01 Dogiyai, Bupati Puji Hingga Catat Sejumlah Persoalan
MOANEMANI - Ada yang berbeda dengan gaya kesederhanaannya, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa kunjungi Sekolah Menegah Kejuraan (SMK) 01 Kabupate
MOANEMANI - Ada yang berbeda dengan gaya kesederhanaannya, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa kunjungi Sekolah Menegah Kejuraan (SMK) 01 Kabupaten Dogiyai, yang terletak di Tokapo, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Jumat (28/05/21) pekan kemarin.
Kehadiran orang nomor 1 di Kabupaten Dogiyai ini disambut hangat Kepala Sekolah D. Kudiai, S.Pd, M.MPd bersama dewan guru dan para pelajar.
Sebelum menuju ruang-ruang praktek, Bupati Dumupa menyapa dan meluangkan waktu sembentar berbincang-bincang di ruang guru.
Pada kesempatan tersebut kepala sekolah mempresentasikan program keahlian (1) Angribisnis Ternak Unggas (ATU), (2) Angribisnis Tekerna Rumnansia (ATR) dan (3) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
“Kami masih keterbatasan fasilitas bapa bupati karena sementara ini fasilitas yang kami miliki hanya ruang belajar masing-masing program, ruang praktek ternak, ruang praktek abon dan ruang praktek TKJ,” papar Kudiai.
Kendatipun demikian salah satu program unggulan sekolah yang disampaikan adalah keberhasilan siswa di bawah bimbingan guru produktif dari beberapa jurusan. Namun yang terkemuka adalah para siswa kini mampu memproduksi abon sapi, abon ayam dan abon ikan. Masing-masing diberi nama abon sapi Dogiyai, abon ayam Dogiyai dan abon ikan Dogiyai.
“Kami sangat kekurangan tetapi kami merasa bersyukur dan kami tetap optimis demi menyediakan SDM terampil dalam menjawab kebutuhan pembangunan di Kabupaten Dogiyai khuhusnya dan umumnya di Papua,” tutur Kepsek Kudiai penuh optimis.
Kepsek bersama dewan guru mengajak bupati untuk berkeliling melihat secara langsung sarana prasarana (tempat dan bahan) peraktek yang digunakan oleh peserta didik.
Di SMK 1 Dogiyai tersedia laboratorium komputer berisi 40 unit komputer, satu ruang kandang ayam potong berisi 3 petak, satu ruang kandang babi berisi 12 petak dan satu ruang abon berisi mesin pemisah daging dan tulang serta kompor dan perabot peraktek lainnya.
Di ruang praktek abon, bupati dipersilahkan mencicipi hasil karya para siswa. “wah ternyata enak juga,” ujar Bupati Dumupa sembari kunyah.
Kendati secara administratif SMK menjadi tanggagung jawab sepenuhnya Pemprov, Bupati Dumupa mengemukakan akan berusaha mencarikan solusi bagi kesulitan yang dialami SMK.
“Seperti kebutuhan alat peraktek untuk membuat abon, ruang untuk penetas telur karena mesinnya sudah ada beserta kandangnya. Ini perlu menjadi perhatian kita,” kata Bupati Dumupa seraya berjanji mencoba mencari pemecahan masalah tetapi tidak melanggar regulasi yang ada.
Bupati Dumupa sangat mengapresiasi produk tersebut dan merasa bangga karena produk dibuat oleh siswa setara SMK. Bahkan bupati menyatakan akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk kemajuan SMK kedepan.
“Intinya adalah bagaimana menciptakan sekolah yang produktif dan menjadikan para siswa trampil sesuai dengan visi dan misi SMK dan Pemkab,” jelasnya lagi.
Bupati Dumupa juga menyempatkan diri berdialog dengan para siswa dan memberi motivasi kepada mereka untuk terus maju. Dumupa berharap dengan minimnya fasilitas yang ada para siswa tetap mampu mencetak prestasi.
Kepsek Kudiai mewakili pihak sekolah sangat berterima kasih dengan kehadiran Bupati Dumupa, karena kehadiran Bupati menjadi penambah spirit untuk terus berkarya. (eby)
Bagikan artikel ini



