NABIRE – KPU Nabire menggelar sosialisasi peran dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada, Kamis (13/11) di Hotel Mahavira 2. Saat sosialisasi, KPU Nabire mengundang berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Nabire.   Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere di awal acara mengemukakan, pihaknya telah melaksanakan tahapan Pemilu baik itu Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden tahun 2014. Berbicara saoal hasil dari Pemilu Legislatif, katanya, KPU Nabire telah melaksanakan seluruh tahapan yang menjadi bidang tugasnya. Kata Petrus Rumere, terkait hasil akhir Pemilu Legislatif, pihaknya juga mengharapkan agar anggota DPRD Nabire hasil Pemilu tahun 2014 bisa segera dilantik. “Kita di KPU Nabire telah melaksanakan tahapan yang menjadi tugas kami, termasuk terkait dengan Pemilu Legislatif 2014. Tahapan demi tahapan sudah kita laksanakan, kini kita tinggal menunggu babak akhir, yakni pelantikan anggota DPRD Nabire yang baru. Terkait hal ini, memang hingga kini SK pelantikan anggota DPRD Nabire yang baru belum ada. Kita harapkan pelantikan bisa terlaksana dalam waktu dekat,” tuturnya. Pada kesempatan itu, Petrus Rumere juga sempat menyampaikan belum turunnya SK pelantikan anggota DPRD Nabire yang baru. Kata dia, persoalan internal partai politik disinyalir menjadi salah satu penyebab belum turunnya SK pelantikan.  “Ada upaya dari provinsi untuk segera menuntaskan persoalan ini agar SK pelantikan bisa segera turun. Ada panggilan dari provinsi terhadap sejumlah pihak seperti bupati, KPU Nabire yang diwakili sekretaris, Panwaslu, Partai Demokrat, untuk bertemu gubernur dalam rangka membahas persoalan yang masih terjadi di dalam Partai Demokrat. Saya dapat informasi kalau hari ini akan ada pertemuan disana,” tutur Petrus Rumere. Dalam sesi lain, anggota KPU Nabire, Yusuf Kobepa, menuturkan, sejauh ini masih ada anggapan bahwa berhasil tidaknya Pemilu sepenuhnya tergantung KPU. Sebenarnya, kata Yusuf Kobepa, berhasil tidaknya pesta demokrasi ini ditentukan tidak hanya oleh KPU, tetapi oleh semua pihak yang terkait.  “Selama ini ada anggapan KPU yang membuat pesta demokrasi berhasil, KPU yang membuat pesta demokrasi gagal. Namun yang sebenarnya, yang membuat pesta demokrasi dianggap berhasil itu merupakan buah kerja dari berbagai pihak, termasuk juga masyarakat,” tuturnya. Menyinggung soal tingkat partisipasi masyarakat, kata Yusuf Kobepa, partisipasi masyarakat di Nabire cukup bagus dalam agenda demokrasi. Yusuf menilai animo masyarakat cukup tinggi dalam setiap agenda Pemilu. Hal ini bisa dilihat jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (Golput, red) terbilang sedikit jumlahnya.  Prosentasi partisipasi pemilih Pemilu DPR, DPD dan DPRD tahun 2009, dengan jumlah DPT sebanyak 87.787 pemilih, pengguna hak pilih sebanyak 71.314 pemilih, dengan prosentasi partisipasi pemilih mencapai 81.24 persen. Prosentasi partisipasi pemilih Pemilu Pilkada Bupati Nabire tahun 2009, dengan jumlah DPT sebanyak 101.659 pemilih, pengguna hak pilih sebanyak 85.151 pemilih, dengan prosentasi partisipasi pemilih mencapai 83.76 persen. Prosentasi partisipasi pemilih Pemilu DPR, DPD dan DPRD tahun 2014, dengan jumlah DPT sebanyak 138.974 pemilih, pengguna hak pilih sebanyak 138.381 pemilih, dengan prosentasi partisipasi pemilih mencapai 99.57 persen. Prosentasi partisipasi pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2014, dengan jumlah DPT sebanyak 141.019 pemilih, pengguna hak pilih sebanyak 138.158 pemilih, dengan prosentasi partisipasi pemilih mencapai 97.97 persen. Kembali dikatakan Yusuf, masyarakat juga memiliki fungsi kontrol. Masyarakat mempunyai tugas untuk mengkawal kinerja KPU, masyarakat diharapkan juga untuk mengingatkan jika KPU menempuh jalan yang salah. Jika fungsi kontrol bisa berjalan dengan baik, maka Pemilu bisa berjalan dengan baik dan sukses juga. “Partisipasi masyarakat itu penting dalam rangka menjalankan fungsi kontrol. Hanya saja, ketika menjalankan fungsi kontrol, kita harapkan dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat. Jangan sampai fungsi kontrol dilakukan dengan melakukan tindakan yang sifatnya anarkis,” tuturnya. (ros)