KPU Nabire Gelar Sosialisasi untuk Parpol
NABIRE - KPU Nabire menggelar sosialisasi tahapan program dan jadwal lanjutan pemilihan bupati dan wakil bupati Nabire tahun 2020 dalam pand
NABIRE - KPU Nabire menggelar sosialisasi tahapan program dan jadwal lanjutan pemilihan bupati dan wakil bupati Nabire tahun 2020 dalam pandemi Covid-19 kepada partai politik (Parpol_.
Kegiatan digelar di Pantai Menase, Sabtu (25/7) siang.
Sosialisasi oleh KPU Nabire dihadiri belasan Parpol, Bawaslu Nabire, bahkan juga ada perwakilan dari komisioner KPU Provinsi Papua.
Saat sosialisasi dipaparkan sejumlah hal, muali dari syarat calon, syarat pencalonan, DPT hingga pertanyaan adanya DPT yang teracak di sejumlah TPS.
Tak hanya itu, persoalan sistim noken serta hak memilih yang diduga diperjualbelikan juga sempat dikemukakan oleh peserta dari Parpol.
Komisioner KPU Provinsi Papua, Adam Arisoi dalam paparannya menyampaikan soal syarat calon maupun syarat penccalonan.
Kata dia, syarat calon relative gampak untuk mendapatkannya.
Berbeda dengan syarat pencalonan yang tentu lebih rumit untuk mengurusnya.
Karena hal ini berkaitan dengan bagaimana untuk mendapatkan dukungan dari Parpol untuk mengusungnya dalam pencalonan.
Menjawab pertanyaan soal data yang kacau dan acak yang terjadi pada pemilihan umum sebelumnya, Ketua KPU Nabire, Wihelmus Degei menuturkan jika pihaknya (KPU, red) hanya sebagai pengguna.
Data yang ada itu datangnya dari pemerintah, sementara pihak KPU hanya sebagai pengguna alias tidak ikut campur dalam membuat data tersebut.
“Soal hak memilih yang diduga dijualbelikan dan diobok-obok, petuga PPDP sudah kami Bimtek dan saat ini sedang bekerja, kita berharap ketakutan kita soal itu nanti tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Soal data acak, dikatakan Adam Arisoi, soal DPT tercecer itu memang sering dijumpai.
Sehingga KPU Nabire harus perhatikan betul PPDP dalam bekerja sehingga DPT yang tercecer bisa diantisipasi.
Hal lain yang terkemuka saat sosialisasi, peserta menanyakan soal penggunaan sistim noken yang sudah berlaku di papua.
Menjadi pertanyaan, apaka sistim ini juga berlaku untuk wilayah Nabire ? Karena saat Pileg diduga sitim ini digunakan.
Menjawab hal itu, Adam Arisoi mengatakan, pemilihan umum di Kabupaten Nabire tidak menggunakan sistim noken.
Perolehan Suara Sah dan Kursi Parpol Hasil Pemilu 2019 Berikut perolehan suara sah dan kursi partai politik (Parpol) hasil Pemilu tahun 2019.
PKB suara sah sebanyak 20.309, prosentasi suara sah 11%, perolehan kursi 4, prosentasi kursi 15%.
Gerindra suara sah sebanyak 7.472, prosentasi suara sah 4%, perolehan kursi 0, prosentasi kursi 0%.
PDIP suara sah sebanyak 17.271, prosentasi suara sah 9%, perolehan kursi 3, prosentasi kursi 12%.
Golkar suara sah sebanyak 19.482, prosentasi suara sah 11%, perolehan kursi 3, prosentasi kursi 12%.
Nasdem suara sah sebanyak 10.749, prosentasi suara sah 6%, perolehan kursi 1, prosentasi kursi 4%.
Garuda suara sah sebanyak 8.361, prosentasi suara sah 5%, perolehan kursi 1, prosentasi kursi 4%.
Berkarya suara sah sebanyak 11.035, prosentasi suara sah 6%, perolehan kursi 2, prosentasi kursi 8%.
PKS suara sah sebanyak 8.206, prosentasi suara sah 4%, perolehan kursi 1, prosentasi kursi 4%.
Perindo suara sah sebanyak 11.256, prosentasi suara sah 6%, perolehan kursi 1, prosentasi kursi 4%.
PPP suara sah sebanyak 13.545, prosentasi suara sah 7%, perolehan kursi 2, prosentasi kursi 8%.
PSI suara sah sebanyak 7.546, prosentasi suara sah 4%, perolehan kursi 1, prosentasi kursi 4%.
PAN suara sah sebanyak 12.647, prosentasi suara sah 7%, perolehan kursi 2, prosentasi kursi 8%.
Hanura suara sah sebanyak 6.251, prosentasi suara sah 3%, perolehan kursi 0, prosentasi kursi 0%.
Demokrat suara sah sebanyak 14.833, prosentasi suara sah 8%, perolehan kursi 2, prosentasi kursi 8%.
PBB suara sah sebanyak 6.910, prosentasi suara sah 4%, perolehan kursi 0, prosentasi kursi 0%.
PKPI suara sah sebanyak 9.501, prosentasi suara sah 5%, perolehan kursi 2, prosentasi kursi 8%. (ros)
Bagikan artikel ini


