Korwil MBG Nabire, Marsel Asyerem: BGN Nabire Akan Menindaklanjuti Kasus Dapur Kalisusu

NABIRE - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire akan menindaklanjuti peristiwa dan kasus dapur Kalisusu dan tidak berhenti sampai di Polres walupun sudah berdamai. Tentunya dari BGN tidak membenarkan hal-hal semacam tersebut, prinsip BGN adalah melayani dan mereka tidak kekurangan uang dari BGN, Dapur Kalisusu dibayar 6 juta sehari dan semestinya ia tidak melakukan hal tidak terpuji seperti tersebut.
Demikian disampaikan Marsel kepada media ini, Kamis (15/1/2026) melalui sambungan telepon WhatsApp (WA).
Ia menceritakan kronologis hingga sampai terjadinya permasalahan di antara Dapur Kalisusu dan SMP Negeri 4 Nabire. Dikatakan Marsel, masalah yang terjadi di SMPN 4 Nabire terjadi karena keterlambatan pelayanan dapur Kalisusu yang seharusnya jam 11.00 WIT makanan tiba itu selalu terlambat, kadang 11.30 WIT hingga 12.00 WIT baru sampai.
"Ini kan menggangu jam belajar karena anak-anak ini mungkin istirahat jam 11 sampai jam 12, tetapi kadang makanan baru tiba di jam tersebut. Sehingga, pelajaran berikutnya jadi terganggu atau terlambat, tinggal nanti Kepsek memberitahu kepada dapur untuk lebih konsisten terhadap pelayanan serta kepala SPPG ini siap menerima masukan tersebut dan merubah pelayanan," ujar Marsel.
Marsel mengatakan, mungkin di situ ada Asisten Lapangan (Aslap) dan akuntan yang hadir di saat pengantaran dan mereka mendengar masukan tersebut lalu melaporkan ke pemilik dapur Kalisusu, dugaan Korwil Marsel bahwa pemilik dapur Kalisusu mendapat laporan dari Aslap dan akuntan. Akhirnya terjadi pertikaan yang dimulai dengan teriakan terhadap Kepsek, yaitu Suwandi dan pemilik dapur Kalisusu menghampiri ke ruang guru dan terjadilah adu pendapatan dan pertikaian yang mana videonya telah tersebar di sosial media.
"Ketika pertikaian tersebut terjadi, pemanggilan dilakukan kepada Kepsek dan pihak dapur lalu dihadiri oleh Korwil untuk datang ke Polsek. Ia menjelaskan ini kan terjadi akibat pelayanan BGN Nabire," ucapnya.
Marsel selaku Korwil BGN Nabire, menyampaikan permohonan maaf dan memperbaiki pelayanan agar tidak menganggu aktifitas belajar. Lalu untuk kejadian penganiayaan yang terjadi tersebut, silahkan ditempuh di jalur hukum karena tidak ada siapapun yang kebal hukum.
Marsel menambahkan, pada akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai, setelah berdamai lalu Satuan Petugas (Satgas) MBG Nabire bersama Korwil bersepakat untuk SMPN 4 tidak dilayani lagi oleh Dapur Kalisusu.
"Dapur Kalisusu tetap berjalan namun untuk SMPN 4 akan dialihkan ke dapur yang lain, kalau untuk sekolah-sekolah lain tidak tau selama solidaritas para guru dan Kepsek menolak, jangan sampai ada terjadi lagi pemukulan tersebut terhadap Kepsek di sekolah lain," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini


